• KANAL BERITA

Pebalap TGAIC 2019 Persiapkan Strategi Lintasan Basah

LATIHAN BEBAS : Para pebalap kelas FFA 450 melakukan latihan bebas di Sirkuit Boyolali, Jumat (13/12) sore. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
LATIHAN BEBAS : Para pebalap kelas FFA 450 melakukan latihan bebas di Sirkuit Boyolali, Jumat (13/12) sore. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Lintasan basah akibat diguyur hujan mewarnai sesi latihan bebas para pebalap di 10 kelas yang dipertandingkan dalam Seri Ke-5 Trial Games Asphalt International Championship (TGAIC) 2019 di Sirkuit Boyolali, Jumat (13/12) sore kemarin. Kondisi lintasan basah ini berlanjut pada sesi kualifikasi malam harinya, meskipun cuaca sudah mulai cerah.

Kondisi ini membuat puluhan pebalap yang bertanding mempersiapkan setelan motor untuk menyesuaikan kondisi tersebut, jika kembali hujan dalam perlombaan Seri Ke-5 yang diadakan, Sabtu (14/12) ini. Seperti yang dilakukan pebalap NAGC MPM Honda, Tommy Salim usai melakukan latihan bebas.

''Menghadapi trek basah, paling kami mengubah sedikit suspensi dan tekanan angin di ban. Jika di awal cerah dan di tengah-tengah perlombaan besok hujan di kondisi saya pakai setelan ban kering, mungkin untuk  breaking  dan saat masuk tikungan lebih diatur lagi,'' kata pebalap asal Surabaya ini.

Dia di hari perlombaan akan tampil di dua kelas, FFA 250 dan FFA 450 Internasional. Di FFA 250, Tommy (181 poin) berada di peringkat ke-2 klasemen umum, berselisih tiga angka dari Farudila Adam (184 poin) di puncak klasemen. Adapun peringkat ketiga ditempati Doni Tata dengan koleksi 169 poin. Ketiga pebalap ini masih berpeluang meraih gelar juara di kelas ini.

Sementara itu di kelas FFA 450 Internasional, tiga pebalap nasional itu akan berkompetisi dengan lima pebalap nasional lainnya plus empat pebalap asing. Pebalap asing itu yakni Lewis Cornish, Germain Vincenot, Sylvain Bidart, dan Maxime Lacour.

Sementara itu Race Director Trial Game Asphalt International 2018, Jim Sudaryanto mengatakan lintasan di sirkuit Boyolali masih munpuni dalam kondisi cuaca hujan. Lintasan di Kota Susu ini juga sudah pernah digunakan untuk perlombaan Seri Pertama TGAIC 2019 pada 22-23 Februari kemarin. ''Sirkuit di Boyolali ini didesain untuk kondisi kering dan hujan. Saat hujan tadi para pebalap juga meminta waktu untuk menyetel kembali motornya sebelum latihan bebas. Hal itu tidak masalah,'' kata Jim.

Dia menerangkan sebelumnya Seri Kelima ini rencana di gelar di Sirkuit Mijen Kota Semarang. Namun karena sirkuit tersebut dalam renovasi, akhirnya kembali dilaksanakan di Boyolali. ''Sirkuit di Boyolali ini permanen dan sudah dibenahi dari segi fasilitas dan lintasannya. Jadi layak untuk menggelar seri final musim ini,'' jelas Jim.

Penyelenggara juga berharap dengan adanya kelas khusus FFA 450 Internasional menambah pengalaman pebalap nasional. Sebab mereka akan bertanding dengan jawara internasional.

''Sebenarnya ada 10 pebalap internasional yang kami undang. Namun hanya empat yang bisa berpartisipasi. 'Kami berharap pebalap nasional bisa terpacu untuk bersaing. Selain itu kami harap antusiasme di 2020 mendatang meningkat. Kami juga berharap ada muka-muka baru ke depan yang menjadi bintang baru di TGAIC mendarang,'' tandas Jim.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)