• KANAL BERITA

PGSI Jateng Fokuskan Program Gulat Emas

RAPAT EVALUASI: Jajaran Pengprov PGSI Jateng melalukan rapat evaluasi hasil babak kualifikasi PON XX di Hotel Neo, Kamis (14/11).(suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan)
RAPAT EVALUASI: Jajaran Pengprov PGSI Jateng melalukan rapat evaluasi hasil babak kualifikasi PON XX di Hotel Neo, Kamis (14/11).(suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Hanya meloloskan satu pegulat ke PON XX Papua 2020 nanti, menjadi evaluasi bagi Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng pada persiapan. Pada babak kualifikasi di Jakarta, beberapa waktu lalu, provinsi ini hanya meloloskan Ahmad Umar yang akan bersaing pada kelas 125 kg gaya bebas putra. PGSI Jateng akan lebih fokus pada program Gulat Emas PON XX.

"Jika melihat hasil lolos, babak kualifikasi lalu memang sangat mengecewakan. Tapi peluang dan program Emas Gulat PON XX bisa berjalan. Karena masih ada wakil Jateng yang akan bersaing di PON Papua nanti. Jadi kami akan lebih fokus mempersiapkan Ahmad Umar,'' tandas Ketua Pelatda Gulat Jateng Arie Wibowo saat rapat evaluasi di Hotel Neo, Kamis (14/11).

Sebagai satu-satunya pegulat yang lolos, Umar akan dipersiapkan semaksimal mungkin. Hal itu sudah menjadi komitmen pengurus. Jateng masih punya peluang meraih emas pada cabang gulat nanti. Arie menegaskan, meski hanya satu pegulat tetapi peluang meraih emas PON cukup terbuka. Umar, saat kualifikasi lalu mampu meraih perunggu.

"Usia Umar sangat muda dan penampilannya saat pra-PON XX lalu sangat bagus. Hanya saja, sisi fisik yang masih harus ditingkatkan pada persiapan nanti. Ini yang akan kami koordinasikan lagi dengan pengurus. Bagaimana membenahi fisik Umar. Sebab, di PON nanti persaingan akan lebih ketat lagi. Saya yakin Umar bisa menjadi yang terbaik," tandasnya.

Pengamat olahraga Aji Satrio mengatakan, banyak hal yang harus dirubah pada sistem pembinaan gulat di Jateng. Menurutnya, banyaknya kejuaraan yang digelar oleh PGSI Jateng sangat bagus untuk menumbuhkan animo gulat di provinsi ini. Tetapi, harus diakui, hasilnya tidak maksimal.

"Kejurprov tidak bisa dijadikan acuan apakah pegulat Jateng bisa bersaing di luar Jateng. Nah, saya melihat kok kurang berani keluar provinsi untuk melihat bagaimana jika bertemu dengan pegulat lain. 14 pegulat yang dikirim, ada beberapa yang masih sangat muda lulusan PPLOP," tuturnya.

Namun, berkurangnya kuota kelolosan juga sangat berpengaruh. Hanya empat pegulat yang berhak tampil di Papua nanti, menjadikan persaingan sangat berat. ''Jangan terburu-buru menilai, pegulat Jateng gagal. Dari jumlah kelolosan iya. tapi penampilan pegulat Jateng cukup bagus dan bisa bersaing ke depannya,'' tutur dia.


(Krisnaji Satriawan /CN26/SM Network)