• KANAL BERITA

R Muhammad Abdullah Nakhodai PBSI Purworejo

Terpilih Aklamasi dalam Muskab

KETUA UMUM TERPILIH: Ketua Umum Pengkab PBSI Purworejo terpilih, Muhammad Abdullah, memberikan prakata seusai terpilih dalam Muskab PBSI Purworejo di salah satu rumah makan di Purworejo, Kamis (31/10). (suaramerdeka.com / Panuju Triangga)
KETUA UMUM TERPILIH: Ketua Umum Pengkab PBSI Purworejo terpilih, Muhammad Abdullah, memberikan prakata seusai terpilih dalam Muskab PBSI Purworejo di salah satu rumah makan di Purworejo, Kamis (31/10). (suaramerdeka.com / Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Purworejo memiliki nakhoda baru. R Muhammad Abdullah terpilih sebagai Ketua Umum baru dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) PBSI Purworejo, Kamis (31/10).

Dalam Muskab, Abdullah merupakan calon ketua umum tunggal, sehingga terpilih secara aklamasi untuk menjalankan tugas pada periode 2019 – 2023. Ia menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Kuswantoro, yang masa jabatannya telah berakhir pada 14 September lalu.

Muskab yang digelar di salah satu rumah makan di Purworejo tersebut juga dihadiri Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Andy Krida Susila, yang sekaligus membuka acara, serta Plt Ketua KONI Purworejo, Gunarwan. “Muskab ini untuk menghasilkan kepengurusan yang legal formal, dan kami harapkan bisa mendapat hasil yang terbaik,” kata Andy Krida saat membuka Muskab.

Seusai terpilih, Abdullah mengatakan, pihaknya siap melaksanakan tugas selama empat tahun ke depan. Langkah pertama yang akan ia lakukan yakni segera membenahi organisasi, dan program-program yang sudah berjalan akan dilanjutkan. Pihaknya berencana menyusun program pelatihan dan perwasitan. “Ini pokok, artinya kita ingin memiliki pelatih-pelatih yang bagus dan wasit yang bagus agar nanti bisa membina atlet dengan bagus,” katanya.

Selain itu, mengingat selama ini kendala besar yang dihadapi adalah belum adanya tempat latihan yang representatif, maka pihaknya akan mendorong dengan keras dibangunnya gelanggang olahraga baru yang representatif. Apalagi undang-undang olahraga mengamanatkan agar pemerintah, baik pusat maupun daerah, wajib membangunkan sarana dan prasarana olahraga.

“Maka harus ada gelanggang olahraga baru yang representatif, yang memenuhi standar PBSI sehingga bisa digunakan untuk pertandingan baik tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Yang GOR saat ini jauh belum memenuhi (standar), harus mendirikan GOR baru,” katanya.

Mengenai keterbatasan anggaran yang selama ini dihadapi, pihaknya akan berupaya mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam hal pendanaan, menggali pendanaan dari badan-badan usaha milik pemerintah maupun swasta yang memiliki kewajiban penyaluran CSR, serta mendorong pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran untuk kegiatan olahraga. “Tentu karena pemerintah daerah juga wajib membiayai kegiatan olahraga, ya mesti harus ada peningkatan,” imbuhnya.


(Panuju Triangga/CN26/SM Network)