• KANAL BERITA

Aktivitas Gantole Telomoyo Cup V Terkendala Cuaca

PERSIAPAN MENDARAT: Satu dari 40 pilot yang mengikuti Gantolle Telomoyo Cup V melakukan persiapan mendarat di Desa Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / dok)
PERSIAPAN MENDARAT: Satu dari 40 pilot yang mengikuti Gantolle Telomoyo Cup V melakukan persiapan mendarat di Desa Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Perlombaan ronde ke-IV Gantole Telomoyo Cup V terkendala cuaca, sehingga aktivitasnya dihentikan karena kabut di puncak Gunung Telomoyo yang dinilai bisa membahayakan para pilot. Dengan demikian, hingga ronde III, Rabu (18/9), Juara 3 Dunia Primoz Gricar masih unggul di kelas terbuka dengan nilai 2.955.

Disusul pilot Jepang, peringkat 43 Dunia, Hiroshi Suzuki. Sementara pilot asal Jawa Timur Abdul Mustopa konsisten di urutan ketiga sejak ronde I. Di kelas sport, pilot tuan rumah Sulis Widodo berusaha merusak dominasi pilot-pilot Sumatera Barat. Maka di kelas floater, rekan Sulis, Isah Iriawan menjadi ancaman serius bagi para pilot Jawa Barat, Iyus Pratama dan Ferry Purnama Putra.

“Kami terkendala cuaca, terutama kabut sehingga aktivitas penerangan para pilot kemarin dihentikan sementara,” kata direktur lomba Gantolle Telomoyo Cup V, Arif Nursilo, Jumat (20/9).

Primoz Gricar menambahkan, apabila para pilot nasional ingin naik ke peringkat kedua dan ketiga kelas terbuka, mereka perlu konsentrasi yang tinggi pada Ronde IV yang berencana dilangsungkan, Jumat (20/9) dan lomba hari terakhir Ronde V pada, Sabtu (21/9). “Jangan terburu-buru terbang hanya untuk mengejar waktu tercepat namun tidak mencapai seluruh titik dalam soal. Dengan <I>ngotot<P> mencari termal saja, tentu sudah menghabiskan waktu dan tenaga,” imbuh dia.

Menyikapi potensi pengembangan olahraga gantolle di Gunung Telomoyo, Direktur Eksekutif World Air Sports Federation, Agust Gudmundsson, mengingatkan bahwa Indonesia harus cermat dan cerdas memanfaatkan olahraga dirgantara sebagai daya tarik wisata.

“Perlu kerja sama melibatkan semua pihak terkait, terutama bea cukai dan imigrasi. Kalau biaya kargo pengiriman layangan untuk atlit gantolle jadi kendala, carilah pemecahannya segera. Karena Indonesia adalah surga olahraga dirgantara dan wisata, jangan matikan potensi besar itu,” tegasnya.


(Ranin Agung/CN26/SM Network)