• KANAL BERITA

Supersport Sensation International Siap Jadikan Panjat Tebing Jadi Industri Olahraga

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Cabang olahraga panjat tebing mulai dilirik swasta untuk dikelola secara profesional. Olahraga tersebut dianggap menjual setelah para atletnya terus memberikan prestasi gemilang mulai Asian Games 2018 hingga sejumlah kejuaraan level internasional.

Salah satu pihak yang tertarik mengelola panjat tebing menjadi industri olahraga adalah Supersport Sensation International. Lembaga tersebut siap menyelenggarakan kompetisi yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mulai dari tingkat nasional, kelompok umur dan sirkuit, baik di Indonesia maupun luar negeri. 

"Kami ingin mengantarkan banyak cabor menuju industri olahraga masing-masing. Pertama yang kami lakukan adalah panjat tebing. Kenapa panjat tebing, karena olahraga ini antusias masyarakatnya cukup tinggi usai Asian Games 2018. Banyak sekali permintaan daerah untuk pengembangan panjat tebing dan banyak sekali orangtua ingin memasukkan anaknya berlatih panjat tebing," ujar CEO Supersport Sensation International, Azwan Karim usai melakukan MoU dengan Ketua Umum FPTI Faisol Riza di Jakarta, Jumat (20/9).

Supersport dan FPTI sepakat bekerjasama selama tiga tahun mulai 2020 hingga 2023. Untuk membuka jalinan kerjasama, kedua pihak juga sepakat untuk menggelar Kejuaraan Panjat Tebing Asian Championship 2019 di Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 6-10 November mendatang.  Pada ajang itu, rencananya akan diikuti 18 negara dengan jumlah atlet 200 orang. Adapun kategori yang dipertandingkan adalah speed, lead dan boulder.

Dengan pengelolaan yang profesional, Azwan berharap panjat tebing bisa berkembang dengan pesat dan terindustrialisasi secara profesional, dimana pengelolaan federasi dan kualitas atlet terus meningkat sehingga dapat berprestasi dengan konsisten. "Tentu hal ini akan mendorong kesempatan Indonesia untuk menggelar kejuaraan panjat tebing level dunia," kata Azwan yang juga mantan Sekjen PSSI ini.

Ketua Umum FPTI Faisol Riza mengemukakan, pihaknya menuntut Supersport untuk membuat kompetisi panjat tebing yang tidak membosankan. Dia mengambil contoh kategori speed yang dipertandingkan cukup singkat. "Biar penonton tidak bosan, harus ada event lain yang digabung dan disesuaikan dengan suasana kompetisi. Karena kalau kategori speed hanya beberapa jam saja, buatlah suasana menjadi hidup," ujar Faisol.

Mengenai Asian Championship 2019, ajang itu dipakai untuk mencari bibit-bibit baru pemanjat potensial yang siap dikirim ke kejuaraan internasional. Saat ini, Indonesia memiliki beberapa atlet yang menyandang juara dunia di kategori speed seperti Puji Lestari, Alfian, M Fajri dan Aries Susanti.

"Jenjang kejuaraan Asian Championship merupakan langkah strategis bagi atlet Indonesia ke depan. Selain sebagai ajang mengasah mental bertanding, ajang ini juga menjadi barometer kemampuan atlet Indonesia di tingkat Asia," terangnya.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)