• KANAL BERITA

Harry Warganegara Jadi Komandan Kontingen Indonesia di SEA Games 2019

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Komite Eksekutif KOI, Harry Warganegara ditetapkan sebagai Chief de Mission (CdM) atau Komandan Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019 di Filipina. Dia menggantikan Rosan Roeslani yang dipilih sebagai CdM Indonesia untuk Olimpiade 2020 di Tokyo.

"Saya ditunjuk Pak Ericik Thohir untuk menggantikan Pak Rosan P Roeslani yang mendapat tugas menjadi CdM Olimpiade Tokyo 2020. Keputusan itu diambil KOI sebagai penghargaan bagi cabang angkat besi yang dipimpin pak Rosan P Roslani rutin menyumbang medalii pada Olimpiade," kata Harry Warganegara, Kamis (12/9).  

Harry sendiri mengaku siap melaksanakan tugas CdM dan berniat memberikan yang terbaik. "Ini suatu kehormatan mrngemban tugas negara. Dan, saya siap menyediakan waktu penuh untuk menjalankan tugas sebagai CdM Kontingen Indonesia untuk SEA Games XXX Filipina 2019," katanya.

Bagi Harry, menangani seluruh kebutuhan kontingen Indonesia bukan hal baru. Pasalnya, dia bukan hanya pernah mendampingi Raja Sapta Oktohari saat ditunjuk menjadi CdM Kontingen Indonesia pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tetapi tugasnya di KOI memang supervisi semua CdM.

"Pengalaman saya saat mendampingi pak Raja Sapta Oktohari saat menjadi CdM Kontingen Indonesia pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 akan coba saya terapkan di SEA Games Filipina nanti. Saat itu, seluruh kebutuhan kontingen Indonesia terpenuhi termasuk tidak ada hambatan masalah transportasi atlet saat menuju lokasi pertandingan," jelasnya.

Sebagai contoh, Harry menyebut, demi menunjang kebutuhan atlet selama pelaksanaan SEA Games Filipina yang akan digelar 31 November hingga 12 Desember 2019, Indonesia akan membentuk posko di tiga daerah tempat pertandingan yakni Metro Manila, Subic, dan Clark.  Tujuannya, menjaga performa atlet agar tidak terganggu dengan minimnya dukungan ofisial selama pertandingan.

Harry  menyadari untuk menjalankan tugas itu tak bisa sendirian. Dia butuh dukungan dari pemerintah, KOI, dan stakeholder olahraga. Karena itu, dia ingin membentuk tim khusus seperti yang dilakukan Erick Thohir saat menjabat CdM. "Tim itu berfungsi untuk membantu CdM dalam tiga bulan ke depan untuk mempersiapkan semua komunikasi dengan cabor dan atlet sehingga bisa diidentifikasi dan menginvetarisasi seluruh kebutuhan dari setiap cabor," ujarnya.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)