• KANAL BERITA

Atlet Temanggung Juarai Kejurnas XC CliniC Paralayang

JUARA : Atlet Paralayang Kabupaten Temanggung, Budiyono Menjuarai Kejuaraan Nasional XC CliniC Paralayang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)
JUARA : Atlet Paralayang Kabupaten Temanggung, Budiyono Menjuarai Kejuaraan Nasional XC CliniC Paralayang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Atlet Paralayang Kabupaten Temanggung, Budiyono tampil sebagai Juara Pertama Kejuaraan Nasional XC CliniC Paralayang yang diselenggarakan di Embung Batara Sriten Gunung Kidul Yogjakarta, baru-baru ini. Budiyono merupakan atlet paralayang Kabupaten Temanggung yang memperkuat Kabupaten Temanggung pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 dan menjadi yang terunggul di Kejuaraan Paralayang Lintas Alam se Provinsi Jateng-DIY.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Temanggung, Tommy mengatakan Kejuaraan Nasional XC CliniC Paralayang itu digelar Pemerintah Daerah Gunung Kidul. "Ajang itu digunakan sebagai salah satu cabang lomba paralayang pada Jogja Air Show 2019 dan diikuti oleh paragliding dari tanah air, bahkan ada satu atlet dari daratan Eropa yang mengikuti lomba kali ini," ungkapnya melalui siaran persnya, kemarin .

Menurut dia, Budiyono saat kejuaraan nasional menggunakan parasut Bolero6 ukuran S,GPS dan Vario Meter. Kegiatan diikuti para atlet senior maupun junior, karena kategori kejuaraan tersebut merupakan lintas alam atau terbang jauh. Dengan alat utama GPS Kejuaraan XC atau lintas alam,  merupakan lomba dengan tugas berupa waypoint atau koordinat yang mana pilot harus terbang mengikuti atau menuju titik koordinat yang sudah disiapkan panitia.

"Untuk taktik dan strategi melihat kecepatan angin, kontur bukit dan panas bumi merupakan faktor utama pilot paralayang bisa menyelesaikan tugasnya. Pada hari pertama lomba merupakan pengenalan medan, dan hari kedua dengan kecepatan angin yang ideal dan panas matahari yang terik merupakan momen yang ditunggu untuk melakukan take off lebih awal, waypoint satu demi satu bisa kami selesaikan dengan baik biarpun tidak mencapai finish," beber dia.

Salah satu Official Paralayang Temanggung, Agus Sutopo menyebutkan, pada hari ketiga lomba, cuaca memang tidak lebih baik dari hari kedua lomba. Pada pukul 13.00 pihaknya mencoba keberuntungan dengan take off urutan kedelapan. Memang butuh kesabaran untuk menemukan daya angkat parasut agar bisa bertahan dan menyelesaikan tugas. Akan tetapi setelah terbang sekitar lima menit pihaknya melihat, tali dari parasut mengalami tangle atau menyimpul.

"Hal itu memang memengaruhi performa parasut. Akhirnya kami meminta izin kepada panitia untuk reelond, atau mengulang, dengan kondisi seperti itu panitia pasti akan mengizin karena bila dipaksakan akan sangat berbahay. Akhirnya kami mengulang take off, dan alhamdulillah kami bisa mencari ketinggian maksimal hingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik, biarpun tidak finish namun poin yang kami dapat lumayan bagus," tutur dia.

Ketua PGPI Temanggung, Dodi Sugiharto  yang juga menjadi salah satu official pada kejuaraan itu merasa bersyukur karena atlet Temanggung mendapat score tertinggi dan berhak mendapat Juara Pertama yang berhak mendapat trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan.


(M Abdul Rohman/CN26/SM Network)