• KANAL BERITA

Poin Makin Rapat, Gelar Juara Ditentukan di Putaran Terakhir

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Gelaran spekatkuler bertajuk Trial Game Dirt (TGD) 2019 sudah menuntaskan lima dari enam putaran yang diperlombakan sepanjang tahun ini. Putaran ke-5 baru saja rampung di Sirkuit Terminal Bus Kebumen, Jateng, (6-7/9). Hasilnya, dari daftar klasemen sementara, perolehan poin makin rapat dan gelar juara umum TGD 2019 pun harus ditentukan hingga seri terakhir, Oktober nanti.

Asep Lukman Efendi, Rider asal Kota Susu Boyolali, Jawa Tengah, masih kokoh bertengger di puncak klasemen sementara dengan 101 poin. Posisinya ditempel ketat seterunya asal Kota Kediri, Aris Setyo yang menghuni peringkat ke-2 dengan 97 poin. Sementara Savona Oky (Tulungagung), M. Arjun Wicaksana (Klaten) serta Muhammad Excel (Garut) menempati peringkat ke-3, 4 dan 5 dengan 95, 90 serta 87 poin.

Artinya, hingga putaran ke-5 berakhir, belum ada satupun pebalap yang mengunci gelar juara umum. Masih ada 25 poin yang akan diperebutkan oleh Lantian Juan dan kawan-kawan di Jombang, 11-12 Oktober nanti, saat babak final digeber. Asep Lukman sebagai pemuncak klasemen memang berpeluang merebut gelar juara umum untuk kali pertama, namun jika sampai tergelincir, bukan tidak mungkin 4 pebalap di bawahnya akan merebut gelar juara dari genggaman Asep.

Sementara pada kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit Terminal Bus Kebumen, Lantian Juan berhasil keluar sebagai juara umum putaran. Meski hanya finish di posisi runner up pada 2 kelas utama yang dipertandingkan, masing-masing kelas Free For All (FFA) dan Campuran Open, sudah cukup bagi Rider muda berbakat asal Kediri itu.

Total Tian, sapaan intim Lantian, mengumpulkan 44 poin, unggul 1 poin saja dari Aris Setyo yang menempati posisi ke-2. “Saya absen di 2 putaran terakhir TGD, praktis peluang untuk merebut gelar juara umum juga pupus. Makanya untuk seri ini saya tampil lepas dan tanpa beban, mungkin ini kunci kemenangan harini ini,” tukas Lantian.

Sedang Asep Lukman harus puas di peringkat ke-3 hasil dari peringkat 1 di kelas FFA dan posisi ke-6 kelas Campuran Open.

Asep Lukman berhasil menjadi yang tercepat pada kelas paling bergengsi, FFA. Doi menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu terbaik 08:32,365 dari empat heat yang dipertandingkan. Lantian menyusul di posisi ke-2 dengan torehan waktu 08:37,410 dan M. Excel di tempat ke-3 dengan 08:38,654. Sementara di Campuran Open, Aris Setyo yang terbaik. Rider senior itu mengemas catatan waktu terbaik 08:48,864,  disusul Lantian Juan dengan 08:51,246 dan Savona Oky di posisi ke-3 dengan 08:52,704. Pada dua kelas lain yang ikut diperlombakan, yakni Campuran Non Seeded dimenangi pebalap asal Temanggung, Garim M dan gelar juara FFA master direbut oleh Irawan Wibowo juga dari Temanggung.


(Red/CN40/SM Network)