• KANAL BERITA

Polemik Audisi Bulutangkis Sebagai Kritik bagi Lembaga Formal Pembina Olahraga

foto: istimewa
foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Masyarakat saat ini kembali terbelah pada dua arus #KamiBersamaKPAI dan #BubarkanKPAI. Ini sebagai respons atas polemik PB Djarum dalam audisi bulutangkis bagi anak-anak. Seharusnya polemik seperti ini tak perlu muncul ke publik. Jika semua pihak menaati aturan main yang berlaku. Baik bagi pihak swasta mau pun negara. Hal itu disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional, Anang Hermansyah, melalui whattsapp yang diterima suaramerdeka.com, Selasa (10/9).

Polemik ini, lanjut Anang, sebenarnya secara tidak langsung juga sebagai kritik terhadap lembaga-lembaga formal yang dimiliki negara dalam urusan pembinaan olahraga dan tak berdaya dalam melakukan pembinaan terhadap cabang olahraga kita.

"Peran PB Djarum yang secara faktual telah diakui kiprahnya dalam pembinaan atlet bulutangkis di Indonesia. Namun, sebagai korporasi partikelir, dapat dimaklumi bila dalam dukungannya di ranah sosial, tetap menyelipkan pesan komersil dalam setiap kegiatan. Namanya juga swasta," kata Anang.

Begitu juga dapat dipahami sikap KPAI yang secara kritis melihat penggunaan atribut merek rokok dibaca secara kritis sebagai eksploitasi terhadap anak-anak. "Pemerintah semestinya dapat turut andil memadamkan polemik ini di tengah masyarakat.  Bukan justru terlibat dalam polemik ini," tambahnya.

Pesan penting dari polemik ini, politik anggaran pemerintah dalam pembinaan cabang olahraga harus mendapat dukungan nyata. Yang utama, profesionalitas organisasi asosiasi olahraga tak bisa ditawar-tawar lagi. "Jika tidak, jangan salahkan swasta turut andil dalam pembinaan olahraga sembari promosi produknya," pungkasnya.


(Lawu Budiharjo/CN40/SM Network)