• KANAL BERITA

Atlet Gantole Solo Tembus Tiga Besar Kejuaraan XC Piala Kapolda Jabar

BERPOSE: Atlet gantole Solo Sulis Widodo diapit Ketua Pengprov Gantole Jateng Susetyoko (kiri) dan pelatih Oke Andrianto sesaat setelah mendarat di persawahan daerah Garut, Kamis (22/8). (suaramerdeka.com / dok)
BERPOSE: Atlet gantole Solo Sulis Widodo diapit Ketua Pengprov Gantole Jateng Susetyoko (kiri) dan pelatih Oke Andrianto sesaat setelah mendarat di persawahan daerah Garut, Kamis (22/8). (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Atlet gantole Jateng asal Solo, Sulis Widodo menembus peringkat tiga besar pada kejuaraan cross country (atau sering disingkat XC) memperebutkan Piala Kapolda Jabar 2019. Sulis merebut medali perunggu kelas A pada ajang yang diselenggarakan di kawasan Bukit Parama Satwika Gunung Putri Garut, Selasa-Kamis (20-22/8) itu.

 

‘’Alhamdulillah, kami bisa pulang dengan membawa sekeping medali. Juara pertama dan kedua kelas itu digenggam atlet tuan rumah Jabar,’’ kata pelatih gantolle Jateng, Oke Andrianto, Jumat (23/8).

Ajang persaingan nomor jelajah alam tersebut diikuti puluhan atlet dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka beradu tangguh untuk terbang dalam cuaca yang relatif bagus untuk cabang olahraga dirgantara tersebut.

Tim Jateng menurunkan dua atlet. Selain Sulis, seorang lainnya yakni Susetiyoko ‘’Stik’’. Keduanya sama-sama bersaing di kelas A. Namun Stik yang juga merupakan Ketua Pengprov Gantolle Jateng, terlempar dari peringkat lima besar. Sepertinya atlet asal Karanganyar tersebut dalam proses penyesuaian dengan layangan barunya.

Menurut Oke, penggunaan layangan yang berbeda dari biasanya memang butuh waktu untuk proses penyesuaian bagi atlet pemakainya. ‘’Mengingat layangan Stik baru, maka dia masih menyesuaikan diri dengan peralatan utamanya tersebut. Tak secepat membalik telapak tangan, karena butuh waktu untuk beradaptasi,’’ tuturnya.

Pria yang juga atlet kawakan Solo tersebut mengungkapkan, persaingan perebutan peringkat tiga besar pada event yang dibuka Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi itu. Sebab atlet-atlet yang turut berlomba, datang dari berbagai daerah di Indonesia. ‘’Karena pesertanya cukup banyak, persaingannya ketat, maka kejuaraan XC di Garut tersebut bisa menjadi bagian tolok ukur kemampuan masing-masing daerah sebagai persiapan menghadapi Pra-PON mendatang,’’ ujarnya.

Khusus bagi atlet Jateng, lanjut Oke, kejuaraan itu bisa menjadi ajang pemanasan sebelum mereka bertarung pada Kejurnas dan Kejuaraan Internasional XC di Bukit Telomoyo, Kabupaten Semarang, September mendatang.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)