• KANAL BERITA

Subroto: Pertahankan Juara Umum Kejurnas Kyokushinkai

DILEPAS: Para atlet dan ofisial tim kyokushinkai bersama Ketua Umum KONI Jateng, Brigjen TNI (Purn) Subroto SPd MM (nomor 5 dari kanan) saat acara pelepas tim ke kejurnas. (suaramerdeka.com / I Nengah Segara Seni)
DILEPAS: Para atlet dan ofisial tim kyokushinkai bersama Ketua Umum KONI Jateng, Brigjen TNI (Purn) Subroto SPd MM (nomor 5 dari kanan) saat acara pelepas tim ke kejurnas. (suaramerdeka.com / I Nengah Segara Seni)

SEMANGAT  yang begitu menggebu terlihat pada atlet ketika Minggu (18/8) dilepas oleh Ketua KONI Jateng Brigjen TNI (Purn) Subroto SPd MM ke kejuaraan nasional Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia yang berlangsung di GOR Bulungan, Jakarta.

Dalam event nasional yang berlangsung 25 Agustus itu, tim Jateng diperkuat 35 atlet memasang target mempertahankan gelar juara umum yang direbut tahun lalu di Semarang. ‘’Pertahankan gelar juara umum demi harkat dan martabat sebagai atlet dan nama Jateng dalam percaturan nasional,’’ kata Subroto saat ‘’membakar’’ semangat para atlet di aula KONI. Dengan serentak, tegas, tegak dan tegar anggota tim menjawab: ‘’Osh….’’

Dalam pengarahannya, Subroto menggarisbawahi soal harkat dan martabat ini, lantaran ada atlet yang kini telah keluar dari prinsip-prinsip olahraga, yakni sptortivitas. Misalnya mereka lebih memilih pindah ke daerah lain karena mementingkan bonus daripada mempertahankan fanatisme membela daerahnya.

Lebih-lebih menjelang pelaksanaan PON, sejumlah atlet andalan sudah hijrah ke daerah lain, sehingga sangat merugikan Jateng. Cara-cara seperti ini sangat tidak sehat jika terus dipakai oleh sejulmah daerah demi mengumpulkan medali emas dan meraih peringkat PON yang lebih baik. ‘’Pola itu secara tidak langsung telah merusak dan melanggar sistem keolahragaan nasional kita,’’ katanya.

Ya, memang mereka (daerah) yang punya duit tidak merasakan susah payahnya proses pembinaan di lapangan, tiba-tiba berpesta meraih emas di PON dengan merebut atau membeli atlet daerah lain. Ini adalah kebahagiaan semu yang tidak memberi arti apapun kepada pembangunan keolahraan nasional. Itu hanyalah lipstik untuk ‘’pemuas nafsu’’ segelintir orang (pelaku olahraga) dengan mengelabuhi diri sebagai pembina yang berhasil.

Perhatian Ketua KONI  Jateng terhadap tim ini memang sangat serius. Buktinya, para atlet tidak hanya ‘’disuntik’’ saat bertemu di aula KONI. Sebelumnya, Sabtu malam mereka juga bertatap muka di pelataran objek wisata Sam Poo Kong. Di sini pun pimpinan komite olahraga Jateng itu meminta atlet untuk fokus saat menghadapi lawan.

Memang, dalam dua kali pertemuan itu, optimisme bukan hanya terlihat di wajah para atlet, ofisial maupun pengurus yang mendampingi, namun juga pada ketua umum KONI Jateng itu. Karenanya, Subroto banyak memberi pesan kepada tim Jateng, khususnya agar tidak goyah dan pecah konsentrasi di arena pertandingan.

Sementara itu, salah satu tokoh kyokushinkai Jateng, Dr Drs  Hananto Prasetyo SH, MH (DAN V) yang mendampingi tim saat silahturahmi ini juga menyemangati para atlet. ‘’Ayo, harapan sekaligus tantangan dari Ketua Umum KONI ini harus kita jawab dengan prestasi optimal, ya dengan meraih kemenangan untuk mempertahankan gelar juara umum,’’ ujarnya.

Disebutkan, sebagai olahraga prestasi, atlet kyokushinkai  telah banyak mewarnai perkaratean Jateng dengan dukungan sepenuhnya kepada  Forki (Federasi Olahraga Karate-do Indonesia). Dia secara tegas menolak pendapat kyokushinkai sebagai olahraga non prerstasi . Kalau ada penurunan prestasi atlet, bukan berarti predikat cabang ini berubah menjadi olahraga non prestasi.

‘’Ini bukan olahraga rekreasi, tetapi olahraga prestasi yang sudah kita buktikan melalui wadah Forki, bahkan akhir-akhir ini karateka kykushinkai yang menganut aliran full body contact telah memperlihatkan kemampuan di ruang lain, seperti di arena tarung bebas MMA, ring muaythai dan event freestyle lainnya.

Transjava Safari

Sementara itu di sisi lain berkaitan dengan kejurnas ini pihak panitia telah juga menyelenggarakan kegiatan Tranjava Safari dengan membawa piala bergilir Nardi T Nirwanto SA yang diperebutkan di arena nasional itu dari honbu (dojo) Batu - Malang menuju Surabaya, kemudian safari berlanjut ke Yogayakarta, diteruskan ke Semarang. Selanjutnya piala itu dibawa ke Bandung dan berakhir di Jakarta untuk diperebutkan oleh tim-tim peserta.

Panitia kejurnas yang juga sebagai penaitia Transjava Safari, Rudy G Susilo dan Usman Wibisono menyebutkan, safari dan kejurnas ini juga berkait dengan upaya warga kyokushinkai memeriahkan Hari Kemerdekaan RI Ke-74 dan pelaksanaan Nardi T Nirwanto SA Memorial Cup VI. ‘’Pak Nardi dalam membina dan membimbing para karateka selalu mengingatkan kita tentang bushido, yang terpenting adalah sikap setia karate, adalah hormat dan setiap kepada bangsa dan negara,’’ kata Usman.

Ketika berkumpul dengan para atlet Jateng, Usman secara bersloroh juga mengatakan, pembinaan kyokushinkai di Jateng sangat bagus. ‘’Maka layak saja dalam kejurnas kali ini Jateng menargetkan mempertahankan gelar juara umum,’’ ujarnya.


(I Nengah Segara Seni/CN26/SM Network)