• KANAL BERITA

PBSI Tunggu Dua Kejuaraan Internasional Terakhir

Entry By Name SEA Games 2019

LAUCHING: Dua legenda bulu tangkis Indonesia Alan Budi Kusuma (kanan) dan Susi Susanti (tiga dari kanan) serta perwakilan dari Daihatsu, Frisian Flag dan Pengprov PBSI DIY foto bersama saat lauching kejuaraan internasional Daihatsu Astec Open 2019 di Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
LAUCHING: Dua legenda bulu tangkis Indonesia Alan Budi Kusuma (kanan) dan Susi Susanti (tiga dari kanan) serta perwakilan dari Daihatsu, Frisian Flag dan Pengprov PBSI DIY foto bersama saat lauching kejuaraan internasional Daihatsu Astec Open 2019 di Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masih menunggu selesainya dua kejuaraan internasional sebelum memasukkan daftar pebulu tangkis dalam entry by name SEA Games 2019/Philipina.

“Yang sudah  entry by name  belum ada 100 persen ya, karena masih ada beberapa even seperti India Open lalu kejuaraan dunia. Kami ingin melihat siapa yang mungkin layak untuk masuk apa itu pemain senior atau yunior,” tutur Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PP PBSI Susi Susanti saat menghadiri launching kejuaraan bulu tangkis Daihatsu Astec Open 2019 di Sleman, Senin (12/8).

Menurut Susi, saat ini memang sudah ada nama-nama pebulu tangkis Indonesia yang bakal diturunkan pada SEA Games Philipinan nanti. Tapi sifatnya baru dalam tahap nominasi. Sebab, untuk pendaftaran  entry by name  sendiri baru dilakukan setelah 30 Agustus mendatang. Pihak PP PBSI, sebut dia, memasukkan nama-nama atlet di setiap sektor yaitu empat atlet masing-masing untuk tunggal putra dan putri. Lalu empat pasang masing-masing di ganda putra dan putri serta di ganda campuran.

“Nomininasi memang sudah kami masukkan, tapi belum fix karena memang belum waktunya. Untuk  entry by name  saja baru pada 30 Agustus sementara untuk nominasi itu penutupannya 23 Agustus. Untuk nominasi ini sifatnya berlaku apabila atlet ada yang cedera. Tapi pada saat pemilihan tim inti nanti pada <I>entry by name<P> kami masukkan 10 atlet putra dan 10 putri,” jelas mantan pebulutangkis peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Susi mengaku tak akan terburu-buru untuk memasukkan nama mereka yang akan tampil membela tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2019. Selain masih adanya waktu, pihaknya juga harus selektif dengan melihat turnamen-turnamen yang diadakan, termasuk level yunior.

“Di pelatnas ada atlet prioritas utama yang persiapannya menuju Olimpiade, lalu ada atlet pelapis dimana mereka yang punya rangking 20 besar dunia. Lalu ada atlet yunior, atlet magang dimana mereka menuju target kejuaraan Asia dan Dunia yunior. Di SEA Games akan ada kolaborasi atlet senior dengan pemain muda, tapi tentunya mereka sudah harus teruji dan berprestasi. Tapi mungkin juga ada atlet yunior yang pernah jadi juara Asia atau Dunia yunior atau sudah masuk ke rangking dunia senior. Makanya karena aturan itu kami harus selektif juga menentukan atlet-atletnya untuk diturunkan,” paparnya.

Dia pun menyambut baik dengan digelarnya Daihatsu Astec Open 2019 yang bakal berlangsung di GOR Lembah UGM Yogyakarta, 19-24 Agustus dimana juga bisa menjadi salah satu batu loncatan bagi pebulu tangkis usia muda tampil di kejuaraan level internasional. Sudah berjalan empat tahun berturut-turut, tahun 2019 menjadi spesial karena untuk kali pertama ajang ini diakui Badminton Asia Confederation dimana selain menjadi turnamen internasional juga menjadi ajang pengumpulan poin bagi pesertanya yang ingin tampil pada kejuaraan Asia Yunior dan juga Dunia Yunior.

“Ada tujuh kota bergantian menggelar turnamen ini. Lima kota diantaranya termasuk Jogja masuk dalam titel BAC sementara dua lainnya level Sirnas. Ada enam negara juga yang akan ambil bagian seperti Amerika Serikat, Malaysia dan Singapura,” tandas Susi.


(Gading Persada /CN26/SM Network)