• KANAL BERITA

Ada Peningkatan Kualitas di Gotong Royong Cup V 2019

BERTANDING:  Atlet kelompok umur anak yang turun di Kejuaraan Bulutangkis Gotong Royong Cup V 2019. (suaramerdeka.com / Ranin Agung)
BERTANDING: Atlet kelompok umur anak yang turun di Kejuaraan Bulutangkis Gotong Royong Cup V 2019. (suaramerdeka.com / Ranin Agung)

AMBARAWA, suaramerdeka.com - Melihat pola permainan, teknis, maupun strategi bertahan para atlet yang turun di Kejuaraan Bulutangkis Gotong Royong Cup V 2019, Ketua PBSI Pengkab Semarang, Subagyo Santoso menilai secara umum ada peningkatan kualitas. Meski demikian, pihaknya mengakui khususnya terkait jumlah peserta dari kelompok umur taruna memang belum maksimal.

“Dari sisi jumlah atlet yang turun di kelompok umur taruna mungkin pada kejuaraan mendatang baru bisa bertambah dan dipertandingkan maksimal,” katanya, Kamis (11/7).

Apalagi, lanjut dia, PBSI Pengkab Semarang menargetkan dalam satu tahun bisa menggelar kejuaraan tingkat kabupaten sebanyak dua kali. Sehingga, ia optimistis regenerasi jenjang kelompok umur bisa dilalui dengan baik sejalan dengan pembinaan yang mumpuni di masing-masing persatuan bulutangkis (PB). “Pembinaan di masing-masing PB dan klub terpantau sudah baik, itu ditandai dengan sudah meratanya prestasi yang diraih. Klub baru pun saat ini bisa menjadi juara,” ungkapnya.

Selama tiga hari bertanding sejak 9 hingga 11 Juli 2019 persaingan antar atlet dari PB maupun klub terbilang ketat. Ada enam PB kategori kelompok umur dan 22 PB kategori dewasa yang mengirimkan atlet mereka. Diantaranya PB Gotong Royong, Harapan Jaya, Laskar Jaya, Power, Jagsas, FIK, Arista, dan beberapa PB/klub lainnya. “Atlet yang ada butuh pengalaman bertanding. Kita pun memfasilitasi dengan kegiatan itu,” ujarnya.

Adapun pendampingan dari PBSI Kabupaten Semarang, sudah dimulai dari kejuaraan tingkat pelajar hingga kejuaraan tingkat provinsi. “Yang resmi dan menjadi fokus kami adalah persiapan untuk kejuaraan tingkat provinsi. Setiap tahun ada, maka persiapannya dari sekarang. Dari hasil juara kemarin kita kirimkan, dengan biaya dari PBSI,” terang dia.


(Ranin Agung/CN26/SM Network)