• KANAL BERITA

Ajang Silaturahmi dan Promosi Wisata

Jeguran Paseduluran Kendal Adventure Offroad

SUSUR SUNGAI: Salah satu peserta mengalami kesulitan ketika menyusuri sungai di salah satu kawasan hutan di Kendal. (suaramerdeka.com / Rosyid Ridho)
SUSUR SUNGAI: Salah satu peserta mengalami kesulitan ketika menyusuri sungai di salah satu kawasan hutan di Kendal. (suaramerdeka.com / Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com - Sebanyak 220 offroader dari pelbagai kabupaten/kota di Pulau Jawa mengikuti kegiatan Jeguran Paseduluran Kendal Adventure Offroad (JPKAO) yang keenam. Mereka terdiri atas kelas extreme A yang diikuti 79 peserta, kelas extreme B 43 peserta, dan kelas fun family sebanyak 98 peserta. Kegiatan tersebut diselenggarakan Jeepers Kendal bekerja sama dengan Indonesia Offroad Federation (IOF) Kendal dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kendal. Kegiatan berlangsung Jumat-Minggu (21-23/6). Start dan finish di halaman Stadion Utama Kebondalem. Acara itu dalam rangka memeriahkan HUT ke-414 Kabupaten Kendal. 

Ketua panitia, Adi Putra, mengatakan, sebanyak 122 peserta mengikuti kelas extreme. Mereka menyusuri kawasan hutan dan sungai yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kendal.

''Kegiatan sebagai ajang mempromosikan potensi wisata yang di miliki Kabupaten Kendal. Apalagi peserta dari berbagai kabupaten/kota di Pulau Jawa. Selain itu menjalin tali silaturahmi dan mempererat  paseduluran  (persaudaraan),'' kata dia Minggu (23/6). 

Dikatakan, semakin banyak peserta yang berpartisipasi, tentu potensi wisata yang ada di Kendal, semakin banyak ditularkan ke masyarakat. Mereka bisa menikmati keindahan wisata alam yang ada di Kendal seperti hutan, perbukitan, dan lain sebagainya.

Beberapa kecamatan yang dilalui antara lain Kendal, Kaliwungu Selatan, Boja, Singorojo, dan Ngampel. ''Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Kami juga menyiapkan sejumlah doorprize bagi peserta seperti sepeda motor, lemari es, dan alat elektronik lainnya,'' tambahnya.  

Ketua Pengcab IOF Kendal, Hasyim Tri Joko, mengatakan, peserta dengan jalur ekstrem bermalam dua hari. Etape pertama berhenti di Desa Blimbing, Kecamatan Boja dan etape kedua di Kecamatan Singorojo, dan etape ketiga di Stadion Utama Kebondalem. ''Jalur ekstrem membutuhkan ketenangan pengemudi dan kendaraan jip yang tangguh. Peserta menyusuri kawasan hutan yang ada di Kendal. Sementara kelas fun family dengan rute yang tidak membahayakan. Sebab untuk kelas fun family tersebut, peserta dipersilakan mengajak keluarga,'' tutur dia. 

Salah satu peserta, Abi Amri dari Semarang, menyatakan, jalur di Kendal sangat menantang, karena banyak rintangan. Karakter hutan di Kendal juga cukup sulit. Beberapa medan sulit ditaklukan, termasuk saat menyeberangi sungai. ''Rata-rata peserta sampai di etape satu dan dua pada malam hari,'' jelasnya.


(Rosyid Ridho/CN26/SM Network)