• KANAL BERITA

Peserta Kursus Juri Membengkak, Jalur Menyusut

Pelatihan Lisensi C3 Panjat Tebing di Solo

COBA JALUR: Dua peserta kursus mencoba jalur pemanjatan yang mereka buat di papan lead Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan, Minggu (23/6). (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
COBA JALUR: Dua peserta kursus mencoba jalur pemanjatan yang mereka buat di papan lead Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan, Minggu (23/6). (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Peserta kursus juri panjat tebing di Solo membengkak hingga mencapai 19 orang, sementara peserta pembuat jalur menyusut menjadi empat orang. Mereka menjalani pelatihan untuk mendapat lisensi C3 yang diselenggarakan Pengkot Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesia (FPTI) Solo, Sabtu-Minggu (22-23/6).

‘’Semula ada 10 orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus pembuat jalur, tetapi dalam ternyata enam di antaranya gagal dalam tes awal pemanjatan. Enam peserta itu kemudian beralih ke kursus juri,’’ kata ketua panitia penyelenggara, Ardian R.

Pria yang akrab disapa Pak Tani itu menjelaskan, pelatihan digelar dalam rangkaian di dua tempat. Sesi tertulis dan pembukaan yang dihadiri utusan Pengprov FPTI Jateng dilaksanakan di kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kawasan Kadipiro yang juga merupakan markas Mapala Arcapada, Sabtu (22/6). Lalu pada hari kedua, sesi praktik diselenggarakan di Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan.

Tutor kursus pembuat jalur, Anang Hartono menjelaskan, syarat utama bagi personel pembuat jalur lomba panjat tebing memang harus memiliki kecakapan dalam memanjat wall. Jika tidak, maka jalur yang dibuatnya juga bakal kurang layak digunakan bagi para peserta lomba. ‘’Maka kecakapan mempanjat menjadi kemampuan yang sangat penting bagi pembuat jalur,’’ jelasnya.

Sementara tutor kursus juri, Marjianto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim menyebut para peserta yang sebagian besar dari kalangan mahasiswa pecinta alam (Mapala) bakal punya kemampuan menjadi juri pada ajang lomba berskala kota/kabupaten. Lelaki yang juga pemegang sertifikat juri panjat tebing nasional menambahkan, para peserta akan menerapkan ilmunya dalam kejuaraan panjat tebing yang digelar Mapala Exess di kampus Universitas Setia Budi (USB) Surakarta di akhir Juni nanti.

Sejumlah atlet Kota Bengawan yang mengasah kemampuan pada Minggu (22/6) sore dilibatkan dalam kursus tersebut. Mereka menjajal rute pemanjatan yang dibuat peserta kursus, sedangkan penilaian dilakukan para peserta pelatihan juri. ‘’Ini bagian pembinaan secara terpadu dalam rangkaian program Pengkot FPTI,’’ tutur salah seorang pengurus FPTI Solo, Teddy Saba.(


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)