• KANAL BERITA

Berani Menjadi Scrambler

Foto: suaramerdeka.com  / Maulana M Fahmi
Foto: suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi

MULANYA, pemilik motor berkeinginan memiliki motor jenis scrambler. Dia ingin Triumph Bonneville 1000. Berhubung harga yang mahal, maka urung untuk membelinya. Ketidaksampaian itu akhirnya menghadirkan ide yang kreatif. Lantas dia mengambil jalan pintas. Seperti sejarah motor scrambler. Di mana motor balap klasik itu dibolehkan mengambil jalan pintas (offroad) di luar arena balap (onroad).

Pulung Nurtantio Andono (37), sangat berani. Dia mengubah motor klasik Royal Enfield Classic 500 Stealth Black miliknya menjadi motor scrambler. Dengan bantuan bengkel, butuh waktu enam bulan untuk memodifikasinya. “Saya beli April 2018. Enam bulan kemudian baru jadi. Memang awalnya saya pengen punya scrambler,” katanya saat dijumpai Tim Adrenalin, Suara Merdeka di rumahnya, Jalan Durian Raya, Banyumanik, akhir pekan lalu.

Dengan tubuh yang  tinggi dan tegap, Pulung gagah saat menumpangi motor pabrikan India itu. Setelan jaket jeans biru bertema Indonesia, celana jeans hitam, kacamata hitam transparan, dan sepatu vans sangat selaras dengan tunggangannya berwarna hitam dop itu. “Ini sehari-hari saya pakai ke kantor. Dari banyumanik ke Kampus Udinus,” terangnya.

Royal Enfield miliknya itu dibeli dengan harga Rp 97 juta on the road. Mengubahnya menjadi scrambler adalah keberanian. Sulit menemukan modifikasi motor klasik menjadi srambler seperti itu.

“Yang penting  nyaman dipakai, karena sehari-hari saya naiki. Kelistrikan, bentuk dan lain-lain oke. Ya ada juga yang belum sempurna. Ada komponen pendukung yang tidak isa menggantikan milik Enfield aslinya. Seperti pada penunjuk bahan bakar digital di speedometer ini. Cari-cari yang lain tidak ada yang bisa nyambung ke tangki,” bebernya.

Dalam modifikasinya, hampir semua bagian di kustom total. Hanya meninggalkan rangka dan mesin saja yang masih osinil. Bahkan di dalam mesin ditambah dengan peredam  agar getar  yang keras bisa lebih direndahkan. “Tapi rangka belakang ditambahi memanjang ke belakang dengan bentuk datar. Dipakai untuk double seat. Mesin juga tambah peredam,” ujarnya.


(Maulana M Fahmi, Diaz Abidin, Eko Adi N/CN26/SM Network)