• KANAL BERITA

Pemanjat Pelatda-Pelatnas Libur Sepekan

Atlet Solo Diminta Tetap Jaga Kondisi

PEMANJATAN LEAD: Pemanjat Muhammad Marsudin berusaha menyelesaikan jalur pemanjatan lead di Solo Sport Climbing Center Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
PEMANJATAN LEAD: Pemanjat Muhammad Marsudin berusaha menyelesaikan jalur pemanjatan lead di Solo Sport Climbing Center Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Sejumlah pemanjat senior Solo yang menghuni pelatnas Indonesia dan pelatda Jateng terus mengasah performanya di lokasi training camp-nya (TC) masing-masing, selama Ramadan ini. Alfian Muhammad Fajri bersama awak pelatnas tetap meracik peningkatan kemampuan diri dalam TC di Yogyakarta.

Sementara Muhammad Marsudin dan Sutrisno, menempa ketangguhan bersama tim pelatda Jateng di Semarang. Guntur Joko Purwanto turut bergabung dalam jajaran pelatih pelatda yang bermarkas di kompleks Stadion Jatidiri itu. Tim tersebut diproyeksikan memburu tiket menuju Pra-PON 2020 yang rencananya diselenggarakan pada Agustus mendatang.

‘’Performa fisik-mental Marsudin dan Sutrisno menunjukkan kondisi stabil, cenderung meningkat. Mereka hanya libur sepekan mulai 3 Juni, untuk berlebaran. Setelah itu bakal lebih dimaksimalkan intensitas latihannya,’’ kata Guntur yang juga pelatih Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo, Selasa (28/5).

Dia yang terus menjalin komunikasi dengan Alfian, juga menyebut pemanjat yang lahir dari papan panjat FPTI di kompleks Stadion Manahan itu, performanya semakin bagus. ‘’Teknik dan mentalnya kian matang, lebih-lebih setelah Alfian jadi juara dunia pada kejuaraan dunia di Chongqing, Tiongkok, April lalu,’’ tutur Guntur.

Informasi yang dia peroleh juga menyebut para pemanjat pelatnas libur tak lebih dari sepekan. Para atlet papan atas Tanah Air tersebut disiapkan guna memburu tiket menuju Olimpiade Tokyo 2020. Panjat tebing baru kali pertama digelar pada pesta olahraga terbesar sejagad di Jepang tersebut.

‘’Saya telah wanti-wanti kepada tiga pemanjat Solo yang berada di pelatda dan pelatnas itu, agar tetap menjaga kondisi fisik selama libur lebaran. Meski dalam porsi ringan, mereka harus tetap berolahraga setiap hari selama libur. Jadi kemampuan fisik tidak anjlok,’’ ungkap Guntur.

Khusus Marsudin dan Sutrisno,  selama Ramadan ini tetap menjalani latihan rutin dua sesi sehari. Hanya saja waktu latihannya digeser. Tidak pagi dan sore hari seperti pada hari-hari biasa, selama bulan puasa ini mereka melahap porsi latihan pada sore dan malam hari usai taraweh.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)