• KANAL BERITA

Pelatda MTB Jateng Diusulkan di Solo

Dijadwalkan Usai Lebaran

RUTE MTB: Pembalap senior Solo Endra Wijaya mencoba rute cross country atau mountain bike (MTB) di venue kompleks Solo Technopark kawasan Pedaringan, Jebres. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
RUTE MTB: Pembalap senior Solo Endra Wijaya mencoba rute cross country atau mountain bike (MTB) di venue kompleks Solo Technopark kawasan Pedaringan, Jebres. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Pemusatan latihan daerah (pelatda) balap sepeda Jateng, khusus untuk nomor mountain bike (MTB) diusulkan untuk diselenggarakan di Solo. Pertimbangannya, Solo memiliki lokasi latihan yang representatif guna menempa para pembalap pada nomor yang juga disebut cross country (XC) tersebut.

‘’Saya sudah menyampaikan usulan itu kepada pelatih kepala pelatda balap sepeda, Nur Rochman dan pengurus Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng, Pak Heru Riyanto,’’ kata pelatih Pengkot ISSI Solo, Agus Sadiyanto, Senin (27/5).

Dia menyebut eks venue cross country pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018, Oktober silam, bisa dimanfaatkan kembali guna mengasah para pembalap Jateng. Lokasi sirkuit yang berada di kompleks Solo Technopark (STP) kawasan Pedaringan Jebres itu, memiliki kontur lahan naik-turun yang cukup ekstrem. Selain itu penggunaan lokasinya untuk berlatih juga tak mengganggu lingkungan masyarakat, meski letaknya relatif mudah dijangkau.

‘’Jika dibandingkan sirkuit yang digunakan sebagai arena selekda di Baturaden, Purwokerto, venue di STP jauh lebih bagus dan penuh rintangan,’’ ujar Agus.

Pria yang juga menjadi asisten pelatih tim balap sepeda Jateng proyeksi Pra-PON Papua 2020 itu mengaku belum ada jawaban pasti atas usulannya tersebut. Kendati demikian, dia telah memulai menggembleng sejumlah pembalap muda Kota Bengawan di jalur MTB.

‘’Anak-anak sudah mulai latihan di Pedaringan ini, tiga kali sepekan. Di luar jadwal di sini, mereka tetap ditempa dalam latihan jalan raya atau road race. Atlet senior Endra Wijaya sudah mulai membantu mengawal anak-anak dalam latihan road race,’’ ungkap Agus.

Pada ajang Pra-PON yang rencananya diselenggarakan sekitar Oktober mendatang di beberapa tempat seperti Banyuwangi, Jakarta dan Lubuk Linggau, para atlet dari berbagai provinsi disyaratkan berumur 15-20 tahun. Pembalap muda Kota Bengawan yang memenuhi syarat tersebut salah satunya Annisa Destein Cindy Qiawati, atlet pelajar SMAN 7 Surakarta dan Shindu Ardiyanto (SMA Batik 2 Surakarta).

Pada selekda di Purwokerto akhir Februari lalu, Cindy menjuarai dua nomor sekaligus, yakni individual time trial (ITT) dan MTB kelompok putri. Sementara Shindu mengisi urutan tiga di arena MTB putra.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)