• KANAL BERITA

Juri dan Pembuat Jalur Panjat Segera Bertambah

Kursus Lisensi C Diperuntukkan 20 Orang

BOULDER: Beberapa pemanjat berusaha menyelesaikan jalur boulder di Solo Sport Climbing Center Manahan. Venue itu akan digunakan untuk praktik kursus juri dan pembuatan jalur. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
BOULDER: Beberapa pemanjat berusaha menyelesaikan jalur boulder di Solo Sport Climbing Center Manahan. Venue itu akan digunakan untuk praktik kursus juri dan pembuatan jalur. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Personel juri dan pembuat jalur panjat tebing di lingkup Solo Raya bakal segera bertambah. Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo telah merancang penambahan tersebut melalui kursus lisensi C (level kota/kabupaten), akhir Juni mendatang.

‘’Pelaksanaan kursus pada 21-23 Juni, terbuka untuk masyarakat umum di Solo Raya. Materi kelas di kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) daerah Kadipiro, sementara praktik di Solo Sport Climbing Center Manahan,’’ kata salah seorang pengurus Pengkot FPTI Solo yang juga juri nasional panjat tebing, Marjianto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim, Jumat (24/5).

Dia menjelaskan, kuota untuk peserta kursus juri dan pembuat jalur itu, masing-masing 10 orang. Calon peserta harus menguasai komputer program office (exel), tali-temali delapan simpul dasar, serta bisa memanjat minimal tingkat kesulitan jalur grade 5.10. ‘’Pendaftaran bisa dilakukan di sekretariat Mapala Archapada Unisri, mulai pekan depan hingga 16 Juni. Lalu pada 21 Juni, calon peserta harus melakukan daftar ulang,’’ ujar Ipunk.

Dia yang didampingi Ketua Panitia Ardian mengungkapkan, para peserta yang lulus dalam kursus tersebut rencananya langsung diturunkan guna mempraktikkan kemampuannya dalam kejuaraan panjat tebing di kampus Universitas Setia Budi (USB) Surakarta. Ajang yang diselenggarakan Mapala Exess tersebut akan dilaksanakan sepekan berikutnya.

‘’Jadi ilmu yang diperoleh juri dan pembuat jalur baru berlisensi C tersebu, bisa langsung diterapkan dalam kejuaraan panjat tebing Mapala Exess di UNS. Pada 28 Juni temu teknik, selanjutnya lomba pada 29-30 Juni,’’ jelas Ipunk.

Menurut dia, sebenarnya jumlah juri dan pembuat jalur panjat tebing di wilayah eks Karesidenan Surakarta cukup banyak. Namun sebagian besar para personel tersebut kini sudah tidak lagi aktif, serta tidak mengikuti perkembangan peraturan-peraturan baru di FPTI. Beberapa lainnya juga sudah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. ‘’Karena itu kami berinisiatif menggelar kursus juri dan pembuat jalur lisensi C, biar regenerasinya di Solo Raya tetap terus berlangsung,’’ tambah dia.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)