• KANAL BERITA

Taekwondo Jateng Berharap Reward Tambahan Kuota Atlet

Thailand Sport School Games 2019

FOTO BERSAMA:  Pengurus, pelatih, dan atlet Taekwondo Jawa Tengah yang bersiap untuk bertanding di Pra-PON Papua akhir 2019, berfoto bersama di Dojang Taekwondo Jatidiri Semarang. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
FOTO BERSAMA: Pengurus, pelatih, dan atlet Taekwondo Jawa Tengah yang bersiap untuk bertanding di Pra-PON Papua akhir 2019, berfoto bersama di Dojang Taekwondo Jatidiri Semarang. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim Taekwondo Jawa Tengah saat ini sedang menanti kabar baik dari Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng, terkait kepastian kuota atlet cabang olahraga ini yang akan dikirim mengikuti Thailand Sport School Games 2019 di Khon Kaen pada 30 Juli-8 Agustus mendatang.

Pelatih PPLOP Tim Taekwondo Jateng, Lukman Hakim dan Aulia Meythia menunggu  reward  yang pernah diungkapkan PPLOP Jateng, setelah dua atlet taekwondo yang dikirim di ajang yang sama tahun lalu meraih dua medali emas. Lukman menyebut, atas prestasi itu rencananya PPLOP Jateng akan memberikan penambahan kuota atlet bagi cabor taekwondo seperti disampaikan beberapa waktu lalu.

''Tahun kemarin taekwondo Jateng mendapat kesempatan dari PPLOP Jateng untuk ambil bagian dalam Thailand Sport School Games 2018. Hasilnya dua atlet kami yang diberangkatkan yakni Dinda Putri Lestari (nomor under 59) dan Prabu Fauzan (under 51) berhasil meraih medali emas,'' kata Lukman saat ditemui di sela-sela latihan kemarin.

Dia berharap ke depan sinergi Pengprov TI Jateng dengan PPLOP Jateng semakin baik. Sebab banyak atlet taekwondo PPLOP Jateng yang akan memperkuat tim di Pra-PON tahun ini.

''Kami sangat bangga sebagai cabor satu-satunya yang dikirim ke Thailand saat itu bisa mempersembahkan prestasi. Hasil itu menjadi pembuka juga jalan beberapa cabor lain untik dikirim tahun ini. Kami berharap PPLOP Jateng bisa merealisasikan <I>reward<P> penambahan kuota menjadi empat atlet seperti yang pernah dibahas beberapa waktu lalu,'' imbuhnya.

Saat ini memang PPLOP Jateng sudah menginstruksikan empat cabor untuk mempersiapkan dua atlet satu putra dan satu putri terbaik untuk dikirim ke Thailand. Cabor selain taekwondo yakni renang, gulat, dan karate.

''Pendaftaran akhir atlet paling lambat 27 Mei nanti. Kami berharap di pekan ini, sudah ada kabar baik dari PPLOP Jateng terkait penambahan kuota di taekwondo. Kami juga sudah mempersiapkan empat hingga sepuluh atlet dari 14 atlet yang kami miliki untuk betanding di Thailand,'' lanjut Aulia di kesempatan yang sama.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jateng, Master Alex Harjanto sangat berharap penambahan kuota atlet taekwondo bisa tersalisasi. Dia siap menarget setiap atlet yang diberangkatkan dengan raihan medali emas untuk provinsi ini. 

''Kami berharap empat hingga lima atlet kami bisa diberangkatkan ke Thailand tahun ini. Jika hal itu direalisasi, pengprov siap memberangkatkan lima atlet tambahan dengan biaya mandiri. Sebab para atlet PPLOP kami ini menjadi andalan masa depan kami di PON,'' kata Alex.

Dirinya sebenarnya sudah legawa tahun lalu, anggaran Rp 65 juta dari PPLOP Jateng hanya untuk memberangkatkan satu pelatih dan dua atlet saja. Alex mengungkapkan jika waktu itu, anggaran dikelola Pengprov TI Jateng, pihaknya bisa memberangkatkan delapan atlet plus dengan biaya tambahan mandiri di luar anggaran PPLOP Jateng.

''Jika hanya dua atlet lagi yang berangkat, kami lebih baik tidak berangkat ke Thailand tahun ini. Para atlet kami ini juga kami siapkan untuk Pra-PON Jateng dengan seleksi yang serius agar mereka bisa jadi juara umum cabor taekwondo di PON Papua 2020,'' tegas Alex.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)