• KANAL BERITA

Ramadan, Pelatnas Renang NPCI Fokus Latihan Pagi

45 Perenang Ditempa di Kolam Kopassus

PELATNAS: Atlet pelatnas renang asal Solo, Erika Kurnia Sari mengasah menjalani latihan di kolam renang Grup II Kopassus Kandangmenjangan Kartasura, Selasa (21/5) pagi. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
PELATNAS: Atlet pelatnas renang asal Solo, Erika Kurnia Sari mengasah menjalani latihan di kolam renang Grup II Kopassus Kandangmenjangan Kartasura, Selasa (21/5) pagi. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Pelatnas renang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) difokuskan pada latihan pagi dalam training camp (TC) di Solo, selama bulan Ramadan ini. Materi yang diberikan kepada 45 atlet dari berbagai daerah itu dalam latihan di kolam renang Grup II Kopassus Kandangmenjangan Kartasura itu pun tidak dimaksimalkan.

‘’Materi yang kami berikan selama bulan puasa ini sekitar 60 persen. Jika hari biasa jarak yang harus ditempuh 5.000-6.000 meter, selama puasa hanya sekitar 3.500 meter,’’ kata pelatih kepala pelatnas renang proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019, Dimin, Selasa (21/5).

Dia menambahkan, materi latihan lebih ditekankan pada peningkatan teknik. Lebih-lebih sebagian awak pelatnas, menjalankan ibadah puasa. Jadi tenaga mereka tentu tidak bisa maksimal seperti saat hari-hari biasa. ‘’Makanya, volume latihan dikurangi, hanya sekali dalam sehari. Tapi setelah lebaran nanti, mereka langsung melahap program latihan pagi-sore,’’ tambah dia.

Sejumlah perenang Solo dan sekitarnya masuk dalam awak pelatnas tersebut, antara lain Fajar Nur Hadianto, Erika Kurnia Sari dan Shobari Shodikin. Selain itu atlet-atlet Jaten di luar eks Karesidenan Surakarta seperti Handoyo dan Siti Alfiah (Cilacap), Aris Wibawa (Jepara), serta Daniel Nugroho (Salatiga).

Pelatih lain Bima Khausar menambahkan, sebagian di antara atlet-atlet tersebut merupakan wajah-wajah baru yang potensial. Kendati demikian, beberapa diperkirakan tetap mampu menembus peringkat tiga besar dalam pesta olahraga difabel se-Asia Tenggara nanti. Skedul try in dan try out juga telah disusun. Selain try out pada kejuaraan internasional di Glasgow (Skotlandia) dan Singapura beberapa waktu lalu, ada pula rencana uji coba keluar saat kejuaraan dunia di London pada September mendatang.

Sementara try in rencananya diselenggarakan di Gresik pada September mendatang. Polanya, latihan bersama dengan klub renang nondifabel di daerah tersebut. ‘’Jadi lombanya anak-anak di Gresik, menghadapi perenang normal, serta tetap dilakukan pengambilan waktu,’’ ujar Bhima.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)