• KANAL BERITA

Tiga Kali Sepekan Pembalap Solo Asah Cross Country

Manfaatkan Eks Venue Porprov

CROSS COUNTRY: Pembalap remaja Solo Shindu Ardiyanto memacu sepedanya saat menjajal jalur untuk latihan cross country di kompleks Solo Technopark. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
CROSS COUNTRY: Pembalap remaja Solo Shindu Ardiyanto memacu sepedanya saat menjajal jalur untuk latihan cross country di kompleks Solo Technopark. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com -  Pematangan penguasaan cross country diterapkan bagi para pembalap sepeda Solo yang bakal bertarung pada Pra-PON 2020. Pelatih tim balap sepeda Kota Bengawan Agus Sadiyanto pun mengagendakan latihan adu kebut di lintasan off road tersebut, tiga kali dalam sepekan.

Pria yang juga Kabid Pembinaan Prestasi(Binpres) Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta itu memanfaatkan eks venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV/2018 di kompleks Solo Technopark kawasan Pedaringan, guna menggembleng para atletnya. Di sisi lain, dia tetap memberi program latihan di rute-rute jalan raya bagi pembalap-pembalap remaja yang dibinanya.

‘’Senin, Rabu dan Sabtu saya jadwalkan untuk cross country. Memang sebagian jalur untuk Porprov dulu, kini tertutup semak-semak. Tapi kami sudah cek, tetap bisa untuk latihan. Tinggal semaknya yang tinggi, dibabat pada beberapa titik,’’ kata Agus, Minggu (19/5).

Lintasan pada lahan naik-turun di belakang kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Kentingan itu sudah dicoba pada Rabu (15/5) sore lalu. Pembalap Solo Shindu Ardiyanto dan Muhammad Hanif (Pekalongan) yang keduanya merupakan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng, telah mencobanya.

Meski sebagian jalur tertutup rumput dan semak-semak, mereka masih mampu menembusnya. ‘’Memang jadi lebih berat dibanding saat digunakan Porprov dulu, karena laju roda terhambat semak. Tapi beberapa bagian terutama yang tanjakan sempit dan tikungan tajam, perlu dibabat karena lintasan menjadi sangat licin,’’ tutur Shindu.

Shindu menempati peringkat tiga, sementara Hanif menjadi yang tercepat pada seleksi cross country di kawasan wisata Baturaden, Purwokerto, 30 Maret lalu. Di bagian putri, atlet Solo Annisa Destein Cindy Qiawati menjadi jawara pada seleksi tersebut. Cindy juga menjadi juara pada seleksi individual time trial (ITT) yang juga digelar di tanjakan jalan raya Baturaden, sehari sebelumnya.

‘’Jalur cross country di Purwokerto dulu lebih ringan dibandingkan dengan lintasan di kompleks Solo Technopark ini. Maka kami harapkan training camp (TC) tim Pra-PON untuk cross country juga ditempatkan di Solo saja,’’ ujar Agus.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)