• KANAL BERITA

Doni Bertekad Ulang Sukses APG Malaysia

Enam Pembalap Kursi Roda Huni Pelatnas

PELATNAS: Atlet Sukoharjo Doni Yulianto memacu kursi rodanya dibuntuti Zaenal Aripin dalam training camp pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Stadion Sriwedari, Senin (13/5). (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
PELATNAS: Atlet Sukoharjo Doni Yulianto memacu kursi rodanya dibuntuti Zaenal Aripin dalam training camp pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Stadion Sriwedari, Senin (13/5). (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Pembalap kursi roda Doni Yulianto bertekad mengulang sukses seperti yang diraihnya di ASEAN Para Games (APG) Malaysia 2017. Atlet asal Sukoharjo itu berambisi kembali merebut medali emas pada ajang adu kebut 1.500 meter kelas T54 putra di APG Filipina 2019 yang rencananya digelar awal Januari 2020 mendatang.

‘’Catatan waktu saya saat menjadi juara 1.500 meter adalah 3,32 menit. Mudah-mudahan dalam lomba di Filipina nanti dapat lebih cepat lagi,’’ kata Doni, Selasa (14/5).

Atlet 30 tahun itu menjalani pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Solo, sejak 1 Mei lalu. Dia diplot untuk bersaing di nomor-nomor jarak menengah, yakni 800 meter, 1.500 meter dan 5.000 meter. Bersama lima atlet balap kursi roda lain melaksanakan program-program yang diarahkan pelatih Abdul Azis.

Atlet-atlet lainnya adalah Zaenal Aripin dari Jabar (100, 200 dan 400 meter T54 putra), Maria Goreti Samiyati (100, 200 dan 400 meter T54 putri/DKI Jakarta). Tiga atlet lainnya merupakan wajah baru, yakni Putri Ayu (sprint 100, 200 dan 400 meter T53/Jateng), serta Nina Gusmita dan Evi Pohan dari Sumut yang sama-sama akan turun di kelas 800, 1.500 dan 5.000 meter T54 putri.

Para atlet tersebut saat ini belum mencapai kecepatan maksimal, karena pelatnas masih dalam fase persiapan umum. Pelatih Abdul Azis menyebut Doni dan Zaenal sama-sama memiliki peluang memburu emas pada masing-masing nomor yang diikutinya.

‘’Rival terberat Doni terutama atlet asal Thailand dan Kamboja. Sedangkan pesaing terberat Zaenal, atlet dari Thailand yang peringkatnya sudah berada lebih bawah saat Asian Para Games di Jakarta 2018 lalu,’’ ujar Azis.

Kans untuk menembus tiga besar menurutnya juga dimiliki Maria Goreti. Hanya saja atlet perempuan itu, bersama tiga rekan pembalap putri lainnya belum pernah bersaing di arena APG. Dengan demikian, peta persaingan dengan atlet dari negara-negara lain belum bisa dicermati secara jelas. ‘’Maria kali pertama turun dalam ajang internasional justru pada Asian Para Games 2018. Jadi belum bisa dijadikan ukuran persaingan untuk level Asia Tenggara,’’ tambah Azis.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)