• KANAL BERITA

Jalan Dicor, Paralayang Absen di Kemuning

TERBANG: Seorang atlet paralayang terbang di kawasan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, ketika cuaca masih bersahabat, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
TERBANG: Seorang atlet paralayang terbang di kawasan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, ketika cuaca masih bersahabat, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Para atlet paralayang di Solo dan sekitarnya, bahkan di lingkup Jateng akan cukup lama absen terbang di kawasan perbukitan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar. Sebab, sejak beberapa waktu lalu, jalan menuju launching ramp (tempat peluncuran terbang) dicor beton.

‘’Jalannya sudah dicor, dibuat blok beton, tetapi pengeringannya butuh waktu lama. Informasinya, pada Juli mendatang jalan satu-satunya menuju launching ramp itu baru bisa dilewati kendaraan. Jadi, untuk sementara kami absen terbang di Kemuning,’’ kata atlet yang juga Ketua Pengkot Paralayang Solo, Dewanto Basuhendro, Jumat (10/5).

Padahal, dalam waktu beberapa bulan sebelumnya, para atlet salah satu olahraga dirgantara itu juga tidak bisa berlatih di kawasan perbukitan lereng Gunung Lawu itu. Menurut Hendro, sejak Desember lalu, cuaca di kawasan tersebut tidak bersahabat. Hujan seringkali turun, arah angin berubah-ubah, serta kecepatannya tidak stabil. Karena kondisi cuaca musim hujan dan pancaroba itu cukup berisiko untuk terbang, maka mereka pindah lokasi berlatih.

Pada Febuari silam, para atlet paralayang di eks Karesidenan Surakarta beberapa kali berlatih di lokasi lain. Di antaranya menempa diri kawasan Parangtritis, Bantul, hingga saat pelaksanaan kejuaraan Piala Kasau di lokasi itu juga.

Selanjutnya pada April lalu, mereka mengikuti kejuaraan nasional Trip of Indonesia (Troi) di Batang, tanpa berlatih matang. ‘’Makanya saat mendekati Troi Seri I di Batang itu, saya dan beberapa rekan memilih datang ke Bukit Sikuping lebih awal untuk latihan, sebelum kejuaraan,’’ ungkap Hendro.

Guna mengisi waktu latihan, dia dan beberapa rekannya memilih bergabung dengan sejumlah atlet di Bali. Menurut Hendro, di Pulau Dewata mereka tetap mengasah performa terbang sekaligus mendampingi wisatawan yang ingin terbang tandem.

‘’Usai lebaran atau tepatnya pada akhir Juni nanti, sudah ada agenda kejuaraan Troi Seri II di Wonosobo. Kalau tidak sering menempa diri dengan terbang dari sekarang, maka tidak lagi cukup waktu untuk mempersiapkan diri,’’ ujar dia.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)