• KANAL BERITA

Solo Gagal Tambah Pesilat di Tim Pelatda

Hanya Raih Perak di Kejurprov Terbatas

BERTARUNG: Seorang pesilat Solo bertarung dalam partai latih tanding melawan tim Malang di gedung olahraga kawasan Sumber. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
BERTARUNG: Seorang pesilat Solo bertarung dalam partai latih tanding melawan tim Malang di gedung olahraga kawasan Sumber. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Solo gagal menambah pesilatnya dalam tim pelatda Pra-PON Jateng. Kepastian itu diperoleh setelah dua pesilat Kota Bengawan, Fariz Al Farizy dan M Thoriq Hadad hanya mampu menempati posisi runner up pada kejuaraan provinsi (Kejurprov) terbatas di Semarang, Kamis-Jumat (2-3/5) lalu.

‘’Fariz hanya meraih perak dalam pertarungan di kelas B putra. Demikian pula dengan Thoriq yang berduel di kelas H putra,’’ kata salah seorang pelatih pencak silat Solo, Iwan Suyanto, Selasa (7/5).

Dengan demikian, menurutnya personel yang menghuni pelatda pencak silat Jateng asal Solo tetap tiga orang. Yakni Sapto Purnomo, Nadia Haq Umami dan Zidni Rahma Amalia. Mereka bersama belasan atlet dari beberapa daerah lain dari Jateng telah menjalani latihan di kawasan Gajahan, Colomadu, sejak beberapa bulan lalu.

‘’Maka keduanya akan tetap diasah kemampuan dirinya dalam latihan di Solo sendiri. Mudah-mudahan performanya dapat terus meningkat, sehingga dapat benar-benar siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,’’ tutur Iwan.

Pelatih tim pencak silat pelatda Jateng, Indro Catur Haryono mengungkapkan, kejurprov terbatas tersebut bertujuan untuk mengisi kelas-kelas yang masih kosong dalam tim pelatda. Karena itu, pesertanya tidak dalam skala terbuka. Beberapa syarat yang mesti dipenuhi atlet peserta antara lain pernah membela tim Jateng pada kejuaraan nasional atau peraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018.

‘’Peraih emas dan perak Porprov tidak ikut, karena sudah masuk dalam kerangka tim pelatda. Ternyata pada persaingan di kejurprov itu, memang tidak ada atlet baru dari Solo yang lolos,’’ ujar Catur.

Hingga saat ini, para awak tim pelatda tersebut masih menjalani latihan secara desentralisasi.  Kendati demikian, setiap Sabtu-Minggu, 17 atlet yang sudah bergabung wajib menjalani latihan bersama di kawasan Gajahan, Colomadu. Selain guna lebih meningkatkan kemampuan, latihan bersama dua hari sepekan tersebut dimaksudkan sebagai arena menjaga kekompakan sesama atlet pelatda Jateng.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)