• KANAL BERITA

Menjadi Dilan di Atas Vintech 200

Foto: suaramerdeka.com / Diaz Abidin
Foto: suaramerdeka.com / Diaz Abidin

PABRIKAN  otomotif asal Semarang, Viar Motor Indonesia, mencoba peruntungannya dengan menghadirkan  sepeda motor klasik bergenre retro, Vintech 200. Rupanya pabrikan yang berproduksi di kawasan BSB Mijen itu tak ingin kehilangan momen dengan tren motor klasik setelah meledaknya film Dilan’90. Viar pun bergegas. Hasilnya motor yang lumayan gahar dengan dapur pacu 200 cc itu, sudah diperkenalkan pada ajang GIIAS 2018.

Aura klasik memang sangat kental pada motor ini. Sekilas melihatnya, langsung bisa menebak bahwa DNA Viar Vintech 200 ini adalah motor retro dengan konsep unik dan menarik. Wajah jadul itu terpapar dari lampu depan yang membulat, lampu belakang sipit,  lampu sein kecil dengan tangkai yang terhubung spakbor belakang, serta knalpot yang bentuknya khas seperti motor-motor tahun 1990-an.

"Untuk menguatkan kesan retro ini, sistem pengereman roda belakang sengaja menggunakan rem tromol, kemudian suspensi depan model teleskopik, bukan up down side yang sedang ngetren pada motor-motor modern sekarang ini," terang Dwiyanto, Area Marketing Manajer Wilayah Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Tengah Viar Motor Indonesia.

Pasokan ke ruang bakar juga masih menggunakan karburator. Menurut Dwi, itu disengaja karena ingin mengejar tampilan retro. Begitu juga dengan tidak dipergunakannya pendingin cairan untuk mengademkan mesin yang selama ini identik dengan motor-motor Viar.

Detil retro juga terasa pada panel indikator bahan bakar, speedometer, dan tachometer yang bundar berjajar. Kunci stang yang diletakkan pada poros shockbreaker, mengentalkan kesan motor lama. Tampilan lawasan juga kuat pada sektor kaki-kaki, yang menggunakan shock depan model teleskopik dengan ban depan klasik ukuran 90/90 ring 17 dan shock belakang menganut dual shock dengan ban belakang klasik berukuran 120/80 ring 17.

Kalupun ada sentuhan modern adalah indikator posisi gigi persneling pada panel speedometer. Ini memungkinkan pengendara mengetahui posisi gigi persneling saat berkendara. Juga emergency lamp, baik depan maupun belakang, yang bisa diaktifkan dengan memutar kunci kontak ke posisi paling ujung. Saat posisi itu, menurut teknisi Viar, lampu depan dan belakang akan menyala, tetapi motor tidak bisa dinyalakan. Motor pun lebih aman.

Sepintas Viar Vintech 200 yang mengusung konsep cafe racer, terlihat seperti Royal Enfield atau bahkan Triumph klasik produksi pabrikan asal Inggris. Stang rendah, jok pendek dengan buritan meninggi, serta tangki bahan bakar gambot, menuntut pengendaranya untuk mengemudi dengan gaya sporty. Duduk di atas sadel Vintech 200 ini pun, serasa menjadi Dilan. Tiga pilihan warna yang ditawarkan, Silver Metallic, Green Army, dan Black Matt, menambah Viar Vintech semakin bergaya.

Performa

Rasanya tak lengkap menjadi ‘’Dilan’’ di BSB Mijen jika tidak merasakan performa motor ini. Menyalakannya cukup mudah, setelah anak kunci berada pada posisi on, sekali tekan tombol start pada stang kanan, suara mesin langsung bergemuruh.

Begitu juga jika menggunakan kick starter, juga terasa ringan. Selanjutnya, tarik tuas kopling, cukup dengan dua jari saja, karena amat ringan, masukkan gigi pertama, dan melesatlah. Posisi mengendara yang cenderung sporty, membungkuk ke depan, memprovokasi pengendaranya untuk memacu motor kencang-kencang. Tak perlu ragu, motor ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 15 kW pada putaran mesin 8500 Rpm dan torsi hingga 18 Nm pada putaran 6500 Rpm.

Dwi menjelaskan bahwa Vintech merupakan unit klasik pertama yang dihadirkan oleh Viar Motor Indonesia berdasarkan permintaan rekan-rekan komunitas dan pecinta otomotif.

“Vintech ini merupakan komitmen nyata kami bahwa komunitas yang merupakan bagian terpenting bagi kami sehingga masukan apapun kami tampung dan kami diskusikan dengan tim produksi sehingga lahirlah Vintech ini dengan harapan produk ini sesuai dengan apa yang diinginkan oleh rekan-rekan sekalian” papar Dwi.

Dibanderol dengan harga di kisaran Rp 20 jutaan, plus garansi garansi mesin tiga tahun dan kelistrikan satu tahun, menurut Dwi, motor ini sangat murah. "Bayangkan saja, kalau modif saja, lebih dari Rp 20 jutaan," pungkas dia.


(Diaz Abidin/CN26/SM Network)