• KANAL BERITA

Bupati Cup I Kebumen Pertandingkan 12 Kelompok Umur

LAGA PERDANA: Peserta menjalani laga perdana Kejuaraan Bulutangkis "Bupati Cup I Kebumen 2019" di  Gedung Sumberadi Sakti Kebumen, Kamis (14/3). (suaramerdeka.com / Supriyanto)
LAGA PERDANA: Peserta menjalani laga perdana Kejuaraan Bulutangkis "Bupati Cup I Kebumen 2019" di Gedung Sumberadi Sakti Kebumen, Kamis (14/3). (suaramerdeka.com / Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kejuaraan bulutangkis "Bupati Cup I Kebumen 2019" mulai digelar di Gedung Sumberadi Sakti Kebumen, Kamis (14/3). Kejuaraan tersebut urung dibuka oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan diwakilkan oleh Asisten Administrasi Sekda Kebumen Supriyandono.

Pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Muh Amirudin, Ketua KONI Kebumen Sri Hartanto dan para Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kebumen. Tampak pula perwakilan atlet yang akan bertanding juga mengikuti upacara pembukaan tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Sutino SE menjalaskan, kejuaraan akan berlangsung hingga Minggu (17/3) mendatang. Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 360  atlet dari lima club tersebut, mempertandingkan 12 kelompok umur untuk putra-putri. Pada nomor tunggal terdapat lima kelompok usia yakni kelompok dini dasar, usia dini, anak-anak, pemula, remaja, dan taruna.

"Pada nomor ganda, dipertandingkan kelompok anak-anak, pemula, remaja, taruna, kelompok dewasa dan veteran. Untuk kelompok veteran ganda putra usia minimal 45 tahun," ujar Sutino di sela-sela pembukaan.

Sebenarnya pihak panitia membuat kelompok non club yang dinamakan kelompok madya. Kelompok madya adalah tingkat SD tunggal non club dan tidak pernah latihan di klub bulu tangkis. Kelompok ini dibentuk karena  SD di kecamatan-kecamatan tidak berani  berani mendaftar bersaing dengan club. "Sebenarnya kami sudah menyurati korwil, namun sampai akhir pendaftaran tidak ada satu pun yang mendaftar. Bahkan sampai pendaftaran diperpanjang masih belum ada yang mendaftar," ujarnya.

Secara umum,  Sutino  mengkui bahwa peserta agak berkurang karena saat ini bertepatan dengan ujian tengah semester (UTS)  dan terbentur anak kelas enam mulai fokus pada ujian. Sutino menyebutkan bahwa pertandingan menggunakan peraturan PBSI dan menerapkan sistem gugur. Pertandingan menggunakan sistem rally point dengan prinsip two winning sets atau dua kali kemenangan. Peserta kejuaraan memperebutkan trofi dan uang pembinaan dengan total hadiah senilai Rp 25 juta.


(Supriyanto/CN26/SM Network)