• KANAL BERITA

Tim Voli Duduk Gelar Games untuk Asah Kekompakan

Intensifkan Latihan Bersama

LATIHAN: Sejumlah atlet voli duduk NPCI Jateng menjalani latihan bersama di gedung olahraga kampus Unsa-ASMI kawasan Palur. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
LATIHAN: Sejumlah atlet voli duduk NPCI Jateng menjalani latihan bersama di gedung olahraga kampus Unsa-ASMI kawasan Palur. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Latihan bersama para atlet tim voli duduk kian diintensifkan. Jadwal latihan bersama dua kali sebulan di gedung olahraga kampus Unsa-ASMI kawasan Palur mulai diarahkan pada program-program mendasar, seperti mengasah kemampuan fisik dan teknik bermain.

Tujuannya demi membentuk tim yang andal, sebagai proyeksi menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2020. Latihan bersama tersebut merupakan rangkaian program pembinaan jangka panjang (PJP) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng.

"Teknik strategi menyerang dan bertahan juga mulai kami benahi. Sebagian atlet terutama eks-pelatnas memang masih menguasai teknik, tetapi  kekurangan-kekurangan yang masih terlihat terus berusaha dikikis," kata salah seorang pelatih PJP NPCI Jateng, Mochamad Naim, Rabu (13/3).

Rangkaian berlatih bersama itu selanjutnya diakhiri dengan games antarteman, sebagai penerapan materi. Di sisi lain,  games tersebut dilakukan guna mengasah kekompakan di antara para atlet, terutama dalam meningkatkan kerja sama dalam tim. "Kekompakan di antara mereka bakal terasah lewat games. Tentu kesalahan-kesalahan yang terjadi saat bermain, sekalian bisa kami benahi," tambah Naim.

Latihan bersama untuk kali kedua dilaksanakan pada Kamis (7/3) lalu. Sebenarnya telah tercatat ada enam atlet putra dan enam putri yang masuk dalam daftar PJP NPCI Jateng. Kendati demikian, terdapat 10 atlet putra dan 10 putri yang bergabung dalam latihan itu.

Naim tidak mempermasalahkan bertambahnya atlet saat latihan. Menurutnya, turut hadirnya atlet-atlet non-PJP justru bisa meningkatkan kompetisi antar-atlet guna meningkatkan kemampuannya. Sebab daftar atlet PJP masih memungkinkan berubah, mengingat bakal diterapkannya sistem promosi dan degradasi.

"Kondisi fisik para atlet cukup prima. Karena saya memberikan program peningkatan kekuatan dan kelincahan yang harus dilakukan saat latihan mandiri. Selama ini kan status PJP masih desentralisasi, sehingga mereka harus mampu meningkatkan kemampuan sendiri di luar latihan bersama," ujar sang pelatih


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)