• KANAL BERITA

Lima Fencer UTP Solo Bertarung di Malaysia

Kejuaraan Anggar Antar Perguruan Tinggi

TIM UTP: Tim anggar UTP Surakarta bersama jajaran pelatih dan pembinanya, sebelum bertolak ke Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Anggar antar Perguruan Tinggi se-Asia Tenggara. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
TIM UTP: Tim anggar UTP Surakarta bersama jajaran pelatih dan pembinanya, sebelum bertolak ke Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Anggar antar Perguruan Tinggi se-Asia Tenggara. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Lima fencer atau atlet anggar Kota Solo bertarung di Negeri Jiran, Jumat-Minggu (7-10/3). Mereka yang mewakili tim Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta bakal memburu medali dalam Kejuaraan Anggar antar Perguruan Tinggi se-Asia Tenggara di kampus Nilai Universiti Malaysia.

‘’Saya tekankan agar anak-anak bermain tenang, tidak emosional, tetapi tetap berusaha maksimal. Mudah-mudahan kami mampu membawa pulang medali emas,’’ kata pelatih tim anggar UTP Surakarta, Hendra Faradilah, Jumat (8/3).

Para atlet yang bertarung tersebut adalah Yusuf Aprilian yang turun di nomor floret putra dan Yulian Muhammad Adhitama (sabel putra). Selain itu tiga fencer putri yakni Adira Kurniawati, Agustin Dwi Damayanti dan Cahyaningtyas yang seluruhnya bertanding di nomor sabel.

Mereka bersaing dengan atlet-atlet berbagai universitas dari tuan rumah Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Kamboja dan Brunei Darussalam. ‘’Selain UTP, tim lain dari Tanah Air adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,’’ tutur Hendra.

Pria yang juga Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Solo itu menargetkan sekeping medali emas dan satu perak bagi timnya. Para fencer disebutkan berpeluang merebut simbol-simbol juara, terutama Yusuf Aprilian dan Agustin. ‘’Keduanya punya pengalaman dan performa yang bagus. Yusuf, Yulian dan Agustin sama-sama meraih medali emas pada Porprov (Pekan Olahraga Provinsi-red) Jateng 2018,’’ ungkap Hendra.

Berbagai persiapan sudah dijalani para fencer Kota Bengawan tersebut guna bertarung di Negeri Jiran. Kelima atlet digembleng dalam latihan intensif, baik menyangkut fisik, teknik dan strategi di klub anggar UTP, sebelum mereka berangkat untuk memburu medali.

Kendati demikian, persaingan diprediksi berlangsung ketat. Sebab para fencer tim lain sudah tentu juga telah mempersiapkan diri secara maksimal dalam pertarungan itu. ‘’Pesaing terberat kami perkirakan terutama menghadapi atlet-atlet Thailand dan Singapura,’’ ujar Hendra.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)