• KANAL BERITA

KOI Ingin Kempo Sering Ditandingkan di Multievent Internasional

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berharap olahraga kempo bisa sesering mungkin dipertandingkan pada multievent internasional.

Olahraga beladiri asal Jepang tersebut kali terakhir diperlombakan di multicabang pada SEA Games 2013 Myanmar. Asian Games 2018 Jakarta-palembang tak digelar, begitu pula SEA Games 2019 Filipina nanti.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan KOI, mengingat kekuatan kempo Indonesia cukup bagus. Karenanya, Plt. Sekjen KOI Hellen Sarita Delima meminta Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Kempo Indonesia (PP Porkemi) pimpinan Yulianto Maris bisa melobi ke internasional agar diperlombakan setiap multievent digelar.

"Harapan kami, kalau bisa selesai Munas, Porkemi benar-benar memiliki program yang bisa menunjang prestasi kempo Indonesia. Ini akan membawa sebuah dampak positif demi kepentingan prestasi Indonesia di tingkat internasional," ujar Hellen saat menghadiri Munas PP Porkemi di Jakarta, Sabtu (23/2).

PP Porkemi baru dideklarasikan pada November 2018. Saat ini sudah ada 22 Pengurus Provinsi (Pengprov) Porkemi yang dikukuhkan bersamaan dengan Munas kemarin. Begitu pula pengurus pusat juga dikukuhkan. 

Menurut Hellen, PP Porkemi berafiliasi kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Karenanya, setelah Munas berakhir dan Porkemi sudah memiliki struktur kepengurusan, maka KOI akan memberikan SK keanggotaan.

"Sesuai Olympic Charter (Piagam Olimpiade) yang direcognized (diakui) adalah cabor prestasi yang diakui OCA dan IOC. Dalam KOI tidak ada dua kempo, harus (cabor) yang menciptakan prestasi. Yang kami akui adalah kempo Pak Timbul (Pendiri Porkemi, Timbul Thomas Lubis)," ungkap Hellen.

Timbul Thomas Lubis mengemukakan, Munas kali ini akan menjadi titik awal program kerja organisasi Porkemi. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mengunjungi Asosiasi Kempo Internasional (IKA) yang bermarkas di London. IKA akan menggelar kegiatan di Swiss.

"Nanti juga akan datang guru yang disegani di dunia akan saya undang ke Indonesia. Jadi anggota Porkemi bisa belajar ke sini, tidak usah ke Swiss," ujar Timbul yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan PP Porkemi.

Ketua Umum PP Porkemi Yulianto Maris menambahkan, pihaknya akan memperbanyak kejuaraan nasional untuk mencari bibit-bibit atlet yang dipersiapkan menuju ajang internasional. Belum lagi, IKA akan mendorong kejuaraan internasional supaya digelar di Indonesia. 

 


(Arif M Iqbal /CN39/SM Network)