• KANAL BERITA

Atlet-atlet PJP Voli Duduk Mulai Diasah

Jadwal Latihan Bersama Ditetapkan

PASSING: Para atlet voli duduk PJP dan non-PJP NPC Jateng melakukan pemanasan dalam latihan bersama di GOR Unsa-ASMI kawasan Palur. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
PASSING: Para atlet voli duduk PJP dan non-PJP NPC Jateng melakukan pemanasan dalam latihan bersama di GOR Unsa-ASMI kawasan Palur. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Para atlet voli duduk yang masuk dalam pelatihan jangka panjang (PJP) National Paralympic Commintee (NPC) Jateng mulai diasah. Enam atlet putra dan enam putri, bersama sejumlah pemain lain menjalani latihan bersama di GOR Unsa-ASMI kawasan Palur, Kamis (21/2).

‘’Meski statusnya PJP masih desentralisasi, kami telah menetapkan jadwal latihan bersama bagi seluruh atlet. Ke depan, mereka wajib berkumpul di Solo setiap Kamis pekan pertama dan ketiga,’’ kata pelatih tim putra PJP Mochamad Naim.

Tercatat sembilan atlet putra dan tujuh putri mengikuti latihan bersama perdana itu. Beberapa atlet PJP belum hadir, karena alasan tertentu. Sementara sejumlah pebola voli non-PJP justru turut bergabung pada kegiatan awal tim yang diproyeksikan guna menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 tersebut.

‘’Tak masalah banyak atlet non-PJP yang bergabung latihan bersama. Hal itu justru membuat kompetisi kian ketat, sehingga mereka bersaing untuk jadi yang terbaik. Sebab masih ada program promosi-degradasi,’’ tambah Naim.

Dapatkan perlengkapan bola voli dengan harga termurah

Pada latihan bersama itu, mereka mengikuti materi-materi teknik dasar seperti passing bola, umpan dan spike. Pembenahan antisipasi saat menerima bola pertama atau received dan posisi tubuh saat melepas spike juga dilakukan.

‘’Penempatan posisi yang tidak tepat hanya akan menghasilkan umpan dan pukulan bola yang tidak maksimal. Maka kalian harus membiasakan posisi tubuh yang benar. Latih terus hal itu di rumah,’’ kata dia kepada para atlet.

Berkait jadwal latihan bersama sekali dalam dua pekan, Naim menyebut alasan tempat tinggal para atlet terpencar di berbagai daerah di Jateng. Sebagian memang bermukim di kawasan eks Karesidenan Surakarta.

‘’Tetapi ada juga atlet-atlet yang rumahnya jauh, seperti Cilacap, Kebumen dan Salatiga. Karena desentralisasi, mereka harus tetap berlatih mandiri di rumah dalam keseharian. Saya beri program latihan sendiri, serta kami pantau perkembangan mereka lewat grup media sosial,’’ tuturnya.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)