• KANAL BERITA

Matsuri Pilih Jalur Wasit

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono
Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

PERNAH menjadi atlet bola voli. Matsuri juga pernah memperkuat tim Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam kejurnas voli antarperguruan tinggi pada 2001, meski terpental di babak penyisihan. Namun karena prestasinya sebagai atlet tidak mengkilap, maka dia memutuskan untuk memilih jalur lain. ‘’Ya, karena sebagai atlet voli tidak pernah berprestasi bagus, maka saya kemudian memilih jalur sebagai wasit voli sampai sekarang,’’ kata dia sambil tersenyum, pekan lalu.

Pria yang kini berstatus sebagai dosen pendidikan jasmani pada Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tersebut, memulai karier sebagai sang pengadil cukup lama. Pada 2005, dia telah menggenggam lisensi sebagai wasit voli nasional. Berbagai kejuaraan berskala nasional pernah dipimpinnya.

Lalu pada 2013, dia berkesempatan mengikuti kursus wasit voli internasional yang diselenggarakan organisasi bola voli internasional FIBV (Federation Internationale de Volleyball) di Sentul, Jabar. Tidak serta merta lulus usai kursus.

Sama seperti peserta lainnya, lelaki kelahiran Sumenep, 23 Maret 1979 tersebut harus menjalani sejumlah penugasan di kejuaraan tingkat Asia. Persyaratannya, minimal harus dua kali bertugas sebagai wasit 1 dan dua kali menjadi wasit 2. ‘’Saya baru dinyatakan lulus saat bertugas pada ajang bola voli Asia Men U23 Championship di Myanmar pada 2015. Lisensi nominasi sebagai wasit internasional juga baru terbit pada 2016,’’ tutur suami Rista Agustin Handayani tersebut.

Ayah dua anak itu mengungkapkan, dirinya menggeluti voli karena saat menempuh studi strata 1 di jurusan Pendidikan Keolahragaan Unesa (lulus 2003), harus memiliki dua spesialisasi olahraga. Matsuri kemudian memilih pencak silat dan bola voli. ‘’Tapi akhirnya saya lebih cenderung mendalami voli, hingga sekarang menjadi wasit internasional,’’ ujar alumnus strata 2 Unesa tahun 2008 itu.

Kini, warga Tohudan Kecamatan Ngemplak Boyolali tersebut tetap menjadi wasit voli. Di sela-sela kesibukannya mengajar di PGSD UNS, dia juga mendapat tugas memimpin beberapa pertandingan pada rangkaian turnamen voli Proliga 2019.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)