• KANAL BERITA

Atlet Angkat Berat Ditempa Latihan Rutin

Tujuh Orang Menghuni PJP Jateng

ANGKAT BARBEL: Atlet angkat berat Sragen, Sriyanti mengangkat barbel pada Peparprov Jateng 2018 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, beberapa waktu lalu.  (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
ANGKAT BARBEL: Atlet angkat berat Sragen, Sriyanti mengangkat barbel pada Peparprov Jateng 2018 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Berstatus sebagai awak Pelatihan Jangka Panjang (PJP) National Paralympic Committee (NPC) Jateng yang masih menerapkan sistem desentralisasi, tak membuat sejumlah atlet angkat berat kendur menjalani latihan. Beberapa atlet yang tinggal di wilayah Solo dan sekitarnya kini tetap menempa diri dalam latihan bersama.

‘’Ada empat-lima orang yang rutin berlatih bersama di kantor NPC Pusat, kawasan Jebres Solo. Mereka latihan rutin setiap Senin-Kamis pagi,’’ kata pelatih angkat berat PJP NPC Jateng, Yanu Tri Wibowo, Senin (18/2).

Para atlet yang sering mengasah kemampuan secara bersama-sama antara lain Rani Puji Astuti. Atlet yang bernaung di bawah NPC Kudus tersebut biasa tampil di kelas 55 kg. Selain itu tiga atlet Sragen, Sriyanti (86+ kg), Atmaji Priambodo (97 kg) dan Margono (65 atau 72 kg). ‘’Siti Mahmudah yang bernaung di NPC Wonogiri, biasanya juga latihan bersama. Tapi saat ini dia sedang pergi ke Dumai,’’ tutur Yanu.

Dua atlet lainnya merupakan muka baru, yakni Abdul Manaf dan Yumaroh, masih berlatih mandiri di daerahnya masing-masing. Abdul Manaf adalah atlet Pekalongan, sementara Yumaroh dari Grobogan. Menurut Yanu, keduanya juga memiliki potensi bagus jika rajin mengasah kemampuan dirinya. ‘’Keduanya merupakan peraih medali perak pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng 2018. Kami juga masih mencari-cari kelas yang tepat bagi dua atlet tersebut,’’ ujar sang pelatih.

Tujuh orang tersebut diproyeksikan untuk membela tim Jateng pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020. Menurut dia, atlet-atlet muka lama punya peluang besar meraih gelar juara pada pesta olahraga difabel nasional tersebut. Sebab, beberapa di antara mereka telah malang-melintang di berbagai ajang internasional.

‘’Meski demikian, atlet wajah baru juga punya kans merebut medali. Kami akan meramu mereka, serta mencarikan kelas yang tepat untuk unjuk gigi di pentas nasional. Latihan mereka terus kami pantau,’’ tambah Yanu.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)