• KANAL BERITA

32 Pesilat Solo Disiapkan Tarung di Popda

Perhitungkan Kekuatan Klaten

BERTARUNG: Dua pesilat remaja bertarung dalam seleksi dalam pembentukan tim Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Solo di kawasan Sumber, Banjarsari. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
BERTARUNG: Dua pesilat remaja bertarung dalam seleksi dalam pembentukan tim Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Solo di kawasan Sumber, Banjarsari. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com -  Sebanyak 32 pesilat remaja Solo disiapkan bertarung pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) eks-Karesidenan Surakarta di Wonogiri, 25 Februari nanti. Mereka yang terbagi atas 15 pesilat tingkat SMP dan 17 tingkat SMA bakal memburu gelar juara, sebagai tiket untuk menuju Popda Jateng, Maret mendatang.

‘’Kami ingin anak-anak bisa lolos sebanyak-banyaknya ke Popda Jateng. Karena itu mereka akan ditempa lebih intensif hingga pertarungan di Wonogiri nanti,’’ kata pelatih tim Popda SMP dan SMA Solo, Sapto Purnomo.

Para atlet yang disiapkan tersebut telah menjalani seleksi terbatas di gedung olahraga kawasan Sumber, Banjarsari, Kamis (7/2). Di kelompok SMP, tercatat delapan atlet putra dan tujuh putri yang akan membela tim Kota Bengawan. Sementara di tingkat SMA, terdapat sembilan pesilat putra dan delapan putri.

‘’Pada level SD, tanpa ada semacam kualifikasi di skala eks karesidenan. Tim SD yang nantinya terdiri atas dua pesilat putra dan dua putri akan langsung bersaing di tingkat Jateng,’’ tambah Sapto.

Rencananya, para atlet SMP dan SMA tersebut bakal digembleng dalam latihan bersama selama sekitar dua pekan, sejak Senin (11/2) mendatang. Latihan tersebut terutama ditujukan pada pematangan teknik dan strategi bertanding.

Beberapa pesilat yang menjadi andalan antara lain Kieran Taruna dan Anisa Permata untuk tingkat SMP. Taruna diplot untuk bertarung di kelas F putra, sementara Anisa disiapkan bertanding di kelas G putri. ‘’Tapi secara prinsip, anak-anak kami persiapkan seluruhnya secara baik, termasuk para atlet SMA. Kami ingin mereka tampil maksimal di Wonogiri nanti,’’ tandas Sapto.

Disinggung mengenai peta persaingan lawan, dia menyebut kekuatan tim-tim dari seluruh daerah di eks Karesidenan Surakarta cukup merata. Kendati demikian, lelaki yang juga pelatih pencak silat Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta itu menyatakan memperhitungkan kekuatan atlet-atlet Klaten dan Sragen. ‘’Dua daerah tersebut punya pesilat-pesilat pelajar yang tangguh. Namun saya tekankan pada anak-anak untuk mewaspadai semua lawan yang akan dihadapinya,’’ ujarnya


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)