• KANAL BERITA

Sudah Terakreditasi, Enam Pelatih Berhak Dampingi Tim Forki Solo

DAFTARKAN DIRI: Ratusan peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti Penataran dan Refreshing Wasit-Juri dan Akreditasi Pelatih Karate Jateng di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
DAFTARKAN DIRI: Ratusan peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti Penataran dan Refreshing Wasit-Juri dan Akreditasi Pelatih Karate Jateng di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Enam pelatih berhak mendampingi tim Pengkot Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Solo di berbagai event resmi. Sebab menurut Ibnu Salimi, mereka telah terakreditasi oleh Pengprov Forki Jateng.

‘’Enam pelatih yang telah berakreditasi itu boleh mengawal tim Solo pada kejuaraan resmi hingga tingkat Jateng. Kalau belum terakreditasi, berdasarkan ketentuan, tidak bisa mendampingi atlet,’’ kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Forki Surakarta itu, Kamis (7/2).

Keenam pelatih tersebut adalah Andi Irawan dan Winarti dari perguruan karate Inkai, Agus Muzamil dan Sri Rejeki dari perguruan Lemkari, serta Supriyono dan Joko Mulyono dari perguruan Amura. Seluruhnya tercatat sebagai pelatih di lingkup Kota Bengawan. Mereka lulus dalam kegiatan bertajuk Penataran dan Refreshing Wasit-Juri dan Akreditasi Pelatih Karate Jateng di Balai Kota Surakarta, Sabtu-Minggu (2-3/2) lalu.

‘’Masa berlaku akreditasi tersebut selama empat tahun. Setelah berakhir, mereka harus mengikuti akreditasi lagi untuk memperpanjang,’’ tambah Salimi.

Pria yang juga menyandang status sebagai juri B (judge B) karate Asia (AKF) tersebut mengungkapkan, sejumlah persyaratan mesti dipenuhi para pelatih yang mengajukan akreditasi. Di antaranya dinilai cakap dalam melatih atlet dan mendapat rekomendasi dari masing-masing perguruannya.

‘’Pelatih daerah itu harus menyandang minimal sabuk hitam Dan I, serta berusia minimal 20 tahun. Mereka juga telah mengikuti kursus kepelatihan yang digelar Binpres Forki Jateng,’’ tuturnya.

Salimi menjelaskan, sebenarnya ada sekitar 40 orang pelatih karate di berbagai ranting di Solo. Namun mereka belum mendapatkan akreditasi. ‘’Bisa saja, jika ada kegiatan akreditasi lagi dari Forki Jateng, mereka mengajukan diri,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, beberapa event yang diikuti tim Solo segera ditangani para pelatih terakreditasi tersebut. Kegiatan tersebut antara lain Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2019 dan Kejurprov Karate Piala Pangdam IV Diponegoro di Semarang, awal Maret mendatang. ‘’Jadi keikutsertaan Solo pada kejuaraan-kejuaraan seperti itu bakal dikawal para pelatih yang sudah terakreditasi,’’ tandas dia.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)