• KANAL BERITA

Atlet Atletik Terbanyak di PJP Jateng

Persiapan Hadapi Peparnas 2020

PACU KECEPATAN: Salah seorang perenang NPC Jateng memacu kecepatan di kolam renang Tirtomoyo, Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
PACU KECEPATAN: Salah seorang perenang NPC Jateng memacu kecepatan di kolam renang Tirtomoyo, Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Atletik menjadi cabang olahraga yang dihuni atlet terbanyak pada Pembinaan Jangka Panjang (PJP) National Paralympic Committee (NPC) Jateng. Tercatat 52 orang tercantum dalam daftar atlet atletik yang diproyeksikan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 tersebut.

‘’Total atlet PJP 174 orang, terbanyak di cabang atletik yakni 52 atlet karena nomor lombanya sangat banyak. Cabang itu juga merupakan andalan dalam perburuan medali emas,’’ kata Sekretaris NPC Jateng Priyano, Senin (4/2) sore.

Selanjutnya cabang renang menyiapkan 28 atlet, bulutangkis 21 atlet, tenis meja 16 atlet, panahan 15 orang, angkat berat tujuh orang, catur dan bowling masing-masing enam atlet, serta goal ball tiga atlet. Dua cabang lainnya merupakan olahraga beregu, yakni bola voli duduk 12 atlet (enam putra dan enam putri), serta sepak bola CP delapan orang.

‘’Secara keseluruhan ada 11 cabang yang disiapkan. Tapi ada kemungkinan bertambah, karena ada beberapa cabang yang belum diputuskan untuk digelar atau tidak pada Peparnas nanti,’’ tutur dia.

Para atlet tersebut dibesut 15 orang pelatih. Sebanding dengan jumlah atletnya, cabang atletik didampingi pelatih terbanyak yakni lima orang. Sedangkan cabang-cabang lain dikawal seorang pelatih, terkecuali voli duduk diracik seorang pelatih tim putra dan seorang lagi pelatih tim putri. ‘’Para pelatih itu juga dibantu total 20 asisten pelatih yang tersebar di 11 cabang olahraga,’’ jelas Priyano.

Jateng tidak menurunkan atlet pada seluruh cabang yang akan digelar di Pepapernas 2020. Salah satu cabang yang dipastikan tidak diikuti kontingen tersebut adalah tenis kursi roda. Alasannya, tim Jateng tidak memiliki atlet di cabang tersebut.

‘’Cabang-cabang lain yang masih menunggu keputusan pada Rakernas NPC Pusat yakni boccia, menembak dan loan ball. Kalau nanti diputuskan cabang-cabang itu digelar, maka kami akan berusaha menambah paling tidak satu cabang lagi,’’ tutur Priyano.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)