• KANAL BERITA

Atlet-atlet Solo Terlempar dari Tiga Besar

Kejuaraan Terbuka Petanque

CERMATI BOLA: Duet atlet FOPI Solo, Rahardian Sukma/Akbar Aizil (kanan) turut mencermati posisi bola-bola besi pada kejuaraan ‘’International Double Open Petanque Wali Kota Surakarta 2019’’ di lapangan Kotabarat. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
CERMATI BOLA: Duet atlet FOPI Solo, Rahardian Sukma/Akbar Aizil (kanan) turut mencermati posisi bola-bola besi pada kejuaraan ‘’International Double Open Petanque Wali Kota Surakarta 2019’’ di lapangan Kotabarat. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Atlet-atlet tuan rumah Solo terlempar dari peringkat tiga besar kejuaraan terbuka internasional petanque khusus nomor dobel yang diselenggarakan di lapangan Kotabarat, Jumat-Minggu (25-27/1). Kecermatan mereka melempar bola besi masih kalah dibandingkan peserta dari beberapa kota lain pada ajang bertajuk ‘’International Double Open Petanque Wali Kota Surakarta 2019’’ itu.

‘’Pasangan dari Pengkot Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Solo, Rahardian Sukma/Akbar Aizil hanya menembus babak 16 besar. Setelah itu kandas,’’ kata humas panitia, Fatchul Imron, Senin (28/1).

Duet-duet lain tim FOPI Kota Bengawan, Meyriko Wahyu/Endang Driyanto dan Eko Sunarto/Anggie Wicaksana bahkan tereliminasi pada babak sebelumnya. Demikian pula atlet-atlet dari klub Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta. Sementara atlet tim Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ada yang lolos dari babak 16 besar, namun kandas di fase delapan besar.

Juara ajang terbuka internasional yang baru kali pertama digelar di Solo tersebut adalah pasangan dari DKI Jakarta, Amri Maliki/Moch Ardiansyah. Duet Ibu Kota itu mengalahkan pasangan Ferry Ahmad/M Husnullah asal tim Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Adapun peringkat ketiga bersama-sama ditempati Feiv Hidayat/Soimah yang bernaung di bawah bendera Pengprov FOPI Jateng, serta Aris Muladana/Alvian dari tim New Kampret Petanque Surabaya. ‘’Pada beberapa kejuaraan petanque di Indonesia selama ini, peringkat tiga memang merupakan juara bersama,’’ ungkap Imron.

Tercatat 128 tim/pasangan, baik putra-putra, putri-putri, maupun campuran putra-putri, bersaing adu kecermatan lempar bola besi pada kejuaraan dalam rangka ulang tahun ke-3 Pengprov FOPI Jateng itu. Mereka bukan hanya berasal dari berbagai daerah di Tanah Air, namun juga ada beberapa tim asal luar negeri seperti Malaysia, Filipina dan Thailand.

‘’Kami akan terus melakukan sosialisasi olahraga yang aslinya dari Perancis ini. Maka kejuaraan itu kami harapkan jadi agenda rutin tahunan di Solo,’’ kata Ketua Umum Pengkot FOPI Solo, Teguh Santoso.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)