• KANAL BERITA

Sabar Gorky Terima Penghargaan Leprid

PENGHARGAAN: Penyandang disabilitas Sabar Gorky mendapatkan penghargaan dari Leprid yang diserahkan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. (suaramerdeka.com / dok)
PENGHARGAAN: Penyandang disabilitas Sabar Gorky mendapatkan penghargaan dari Leprid yang diserahkan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Sabar Gorky (50), difabel pendaki gunung asal Solo mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia(Leprid). Penghargaan  diberikan pada rangkaian seminar “Pelayanan Medis di Era Revolusi Industri 4.0” yang diadakan Akademi Teknologi Bank Darah Indonesia (Akbara)  di RM Taman Sari, Colomadu, Karanganyar, Senin (28/1).

Ada dua penghargaan yang diserahkan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo saat membuka kegiatan tersebut. Pertama sebagai tuna daksa pertama yang mendaki empat gunung tertinggi di empat benua. Penghargaan lainnya sebagai apresiasi terhadap rintisannya mendirikan Federasi Panjat Tebing Difabel Indonesia (FPTDI).

‘’Leprid menyebut saya sebagai tuna daksa pertama dunia yang mendaki empat gunung di empat benua, yaitu Elbrus di Rusia (Eropa), Kilimanjaro di Tanzania Benua Afrika, Aconcagua di Benua Amerika dan Cartenz di Asia,” tutur Sabar usai menerima penghargaan itu.

Pencapaian tersebut membutuhkan perjuangan dan waktu panjang. Sabar mengungkapkan, pendakian itu dilakukan selama 2010-2018. Suami  Suami Lenie Indria tersebut juga harus berjuang mencari berbagai sponsor yang mau mendukung ekspedisinya itu.

‘’Penghargaan kedua berkait gagasan mendirikan FPTDI. Federasi itu terbuka bagi para difabel yang ingin menekuni olahraga panjat tebing. Ada semangat agar teman-teman difabel tidak merasa minder di masyarakat,’’ ujarnya.

Selama ini, Sabar juga tak asing dengan kancah olahraga ekstrem tersebut. Dia pernah meraih medali emas nomor lead pada Kejuaraan Paraclimbing Asia di Chuncheon Korea Selatan pada 2009. Lalu pada kejuaraan dunia di Perancis tahun 2012, ayah Ayah Eka Sadriani itu menempati peringkat empat.

Langkah awal yang telah dirintis berkait keberadaan FPTDI, saat ini dia telah mendirikan papan panjat sederhana di kompleks Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof Soeharso Surakarta, kawasan Jebres, Solo. Sabar mengajak kalangan disabilitas yang mengikuti pendidikan di balai tersebut, untuk bergabung dalam latihan panjat tebing.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)