• KANAL BERITA

Tim Putri Pertamina Tertangguh di Putaran II

Proliga 2019 di Solo

SPIKE: Pemain tim putri Jakarta Pertamina Energi Bethania De La Cruz melepas spike dibayangi blok dua awak tim Jakarta BNI 46 dalam laga Proliga 2019 di GOR Sritex Arena Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
SPIKE: Pemain tim putri Jakarta Pertamina Energi Bethania De La Cruz melepas spike dibayangi blok dua awak tim Jakarta BNI 46 dalam laga Proliga 2019 di GOR Sritex Arena Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Tim putri Jakarta Pertamina Energi menjadi juara putaran II turnamen voli Proliga 2019. Novia Andriyanti berhak mendapat hadiah Rp 15 juta, setelah memastikan jadi yang tertangguh usai menundukkan tuan rumah Jakarta BNI 46, 3-1 (25-15, 25-27, 25-23, 25-17) di GOR Sritex Arena Solo, Minggu (27/1) malam.

‘’Bersyukur, kami bisa mempertahankan kualitas permainan. Tadi pergerakan di sektor belakang mulai terlihat bagus. Set kedua sebenarnya anak-anak leading, tapi sayang di poin terakhir recieved jelek, sehingga lawan bisa rebut angka terakhir,’’ kata pelatih Pertamina, Muhammad Anshori.

Kehadiran pemain baru Bethania De La Cruz menjadi penggerak timnya. Ekspatriat asal Dominika itu cukup bagus dalam mengangkat mental anak-anak putri Pertamina. ‘’De La Cruz juga punya karakter killer, sehingga mental rekan-rekannya terangkat hampir 90 persen,’’ tambah sang arsitek tim.

Kiprah pemain berpostur tinggi 188 cm itu juga diakui pelatih Jakarta BNI 46, Risco Herlambang. Menurutnya, Cruz jadi pembeda dalam tim Pertamina. Permainannya sederhanya, tetapi cukup matang.

‘’Di sisi lain, anak-anak kurang fokus. Set pertama dan kedua, mereka agak bingung. Semua pasti ingin menang, tapi tujuan kami bukan hanya di akhir putaran kedua, namun bisa menang di final four. Ini kesempatan bagus untuk evaluasi dalam memperbaiki tim selama dua minggu ke depan,’’ kata Risco.

Dapatkan perlengkapan bola voli dengan harga termurah

Pada pertandingan sebelumnya, tim putra Jakarta Pertamina Energi sukses menundukkan juru kunci Jakarta Garuda Aneka Gas, 3-0. Hasil itu menjadi kemenangan kedelapan bagi Pertamina Energi dari putaran pertama dan kedua.

Anak-anak asuh Putut Marhaento langsung menyerang tanpa membiarkan Mahendra Rikha dkk mengembangkan permainan sehingga mengakhiri set pembuka, 25-17. Di set kedua, Garuda tetap tak mampu keluar dari tekanan,  sehingga Pertamina menyudahi perlawanannya dengan skor 25-22.

Memasuki set ketiga, Jakarta Garuda berusaha bangkit dengan menganti formasi pemain. Sempat leading 2-0, tapi Pertamina mampu menyamakan kedudukan 14-14. Bahkan tim putra Pertamina akhirnya menutup perlawanan Garuda dengan 28-26 di set ketiga.

“Garuda punya semangat tinggi, jadi kami juga harus bisa mengolah emosi tim. Kalau kami main mengebu-gebu, mereka juga menggebu. Set ketiga, kami memang tarik pemain asing Baramov karena main setengah hati, sehingga sempat tertinggal,’’ ujar pelatih putra Pertamina Energi, Putut Marhaento.

Sementara itu pelatih Garuda Eko Waluyo mengatakan, rangkaian pertandingan hingga laga terakhir penyisihan reguler memberi banyak pengalaman buat anak-anak asuhnya. ‘’Saya bangga dengan anak-anak. Mereka punya motivasi tinggi,meski minim pengalaman,’’ ujar Eko Waluyo


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)