• KANAL BERITA

PSSC Solo Bawa Pulang Enam Emas Banyuwangi Open

GEMBIRA: Para atlet tim sepatu roda PSSC Solo bersama sejumlah pendampingnya bergembira usai meraih enam medali emas, satu perak dan empat perunggu pada kejuaraan Banyuwangi Open 2019. (suaramerdeka.com / dok)
GEMBIRA: Para atlet tim sepatu roda PSSC Solo bersama sejumlah pendampingnya bergembira usai meraih enam medali emas, satu perak dan empat perunggu pada kejuaraan Banyuwangi Open 2019. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Enam medali emas, sekeping perak dan empat perunggu dibawa pulang atlet-atlet belia Pusaka Speed Skating Club (PSSC) Solo pada kejuaraan sepatu roda Banyuwangi Open 2019. Sederet prestasi tersebut diraih dari ajang yang digelar di Banyuwangi, Jatim, Sabtu-Minggu (19-20/1) lalu.

‘’Empat medali emas diraih dari nomor-nomor speed, sedangkan dua keping emas lainnya dari kategori standar. Raihan ini berlipat dari target awal kami, yakni memburu tiga medali emas pada kejuaraan terbuka itu,’’ kata pelatih PSSC, Zart Vegay De Rusiano, Senin (21/1).

Pria yang akrab disapa Iano itu mengungkapkap,  Dafian Putra Purnama menyabet hattrick di kelompok umur (KU) B speed putra. Dia menggenggam tiga emas sekaligus pada lintasan individual time trial (ITT) 200 meter, 500 meter dan 1.000 meter. Dafian juga meraih perak mix relay A-B bersama kompatriotnya Nalendra Laras Tata. Di kategori speed putri, medali emas digenggam Safira Putri Purnama di nomor 1.000 meter KU A. Dia juga merebut medali perunggu 200 meter ITT di kelompok umurnya.

Dapatkan peralatan olahraga terbaik dengan harga termurah

Selain itu, dua medali emas juga direbut atlet Solo di kategori standar. Zefanya yang turun di KU C putri, menggenggam dua medali emas nomor 500 meter dan 1.000 meter. Sementara itu, tiga perunggu lainnya diraih Nalendra dari nomor 500 meter, 1.000 meter dan ITT 200 meter speed KU B putri. ‘’Atas prestasi anak-anak tersebut, tim kami sekaligus menempati peringkat tiga dalam pengumpulan medali emas, baik di kategori speed maupun standar,’’ tutur Iano.

Menurutnya, pengumpul medali emas terbanyak pada kejuaraan berskala Jawa-Bali tersebut pada kategori speed adalah klub Rush Surabaya, disusul klub Cheetah Indonesia dari Lumajang. Sedangkan di kelompok standar, juara umumnya klub tuan rumah Bisa Banyuwangi, dibuntuti klub KIS Kepanjen Malang.

‘’Anak-anak tampil bagus dalam ajang tersebut. Karena itu, meski persaingan cukup ketat menghadapi atlet-atlet lain terutama di wilayah Jatim, mereka masih mampu membawa pulang enam medali emas,’’ ujar Iano.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)