• KANAL BERITA

Markus Bertekad Pacu Taekwondo Semarang

BERSAMA TOKOH TI: Markus Wihadjaya (kanan) bersama para tokoh Taekwondo Indonesia Kota Semarang, Alex Harjanto, Joko Sisdamin, dan Jimmy Andiko Juwono saat pertemuan kemarin. (suaramerdeka.com / dok
BERSAMA TOKOH TI: Markus Wihadjaya (kanan) bersama para tokoh Taekwondo Indonesia Kota Semarang, Alex Harjanto, Joko Sisdamin, dan Jimmy Andiko Juwono saat pertemuan kemarin. (suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Markus Wihadjaya yang Minggu (13/1) dipercaya menjadi Ketua Umum Pencab Taekwondo Indonesia (TI) Kota Semarang periode 2019 -2023 bertekad untuk memacu perkembangan olahraga ini di Kota Semarang. Pengembangan yang dia maksud, bukan semata pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, namun juga kaderisasi serta memperbanyak dojang.

Hal ini dikatakan Markus saat brtemu dengan dua mantan ketua Pengcab TI, Joko Sisdamin, Jimmy Andiko  Juwono serta Ketua Pengprov TI Jateng, Alex Harjanto, Senin (14/1) lalu. ‘’Ini kami lakukan agar tetap menjadi penyangga utama kebutuhan taekwondoin Jateng, baik dalam menghadapi event daerah, nasional maupun internasional. Yang pasti, visi kami adalah mencetak atlet terbaik bagi daerah dan nasional agar selalu mampu bersaing di percaturan internasional,’’ katanya.

Mantan pemain bulutangkis nasional seangkatan dengan Lim Swie King ini tetap berjuang melakukan yang terbaik bagi olahraga Kota Semarang. Markus melihat, perhatian Pemkot Semarang untuk olahraga sangat baik, karena itu sebagai jawaban dari pelaku olahraga harus berjuang dengan tulus dalam upaya mencetak atlet berprestasi.

Karena itu, dia berupaya merangkul semua elemen yang ada agar keinginan memacu potensi taekwondo Kota Semarang bisa tercapai. Dia mengakui, saat ini persoalan paling krusial yang dihadapi pembinaan dan pengembangan olahraga adalah soal pendanaan. Namun dengan komunikasi yang baik kepada berbagai pihak, serta kepengurusan yang bertanggung jawab teradap anggota, Markus yakin, teman-temannya akan ikut membantu mengatasi kesulitan itu.

‘’Terpenting kita harus terbuka kepada semua pihak. Olahraga ini bukan milik saya, tetapi milik masyarakat, sehingga wajib bagi saya untuk mengajak mereka dalam upaya mencetak atlet berprestasi. Memang sih, mustahil bagi saya untuk memuaskan semua orang, tetapi dengan niat yang baik, organisasi yang bagus akan lebih mudah mencapau tujuan,’’ katanya.

Mengenai tantangan ke depan yang harus dihadapi, Markus menyebutkan, dari sisi internal adalah kebutuhan dana untuk pembinaan, misalnya dalam upaya meningkatkan kualitas teknik dnegan meningkatkan mutu pelatih, memperbanyak ruang kompetisi bagi atlet untuk menambah pengalaman bertanding agar si atlet memiliki kematangan mental.

‘’Doakan saja, mudah-mudahan upaya saya dan pengurus serta semua elemen taekwondo Kota Semarang bisa tetap berjaya di tengah persaingan yang semakin merata di Jawa Tengah.’’


(I Nengah Segara Seni/CN26/SM Network)