• KANAL BERITA

Terpilih Aklamasi, Markus Wihadjaja Kembali Pimpin TI Kota Semarang

KEMBALI TERPILIH:  Ketua Umum Pengkot TI Semarang Markus Wihadjaja periode 2015-2019 yang kembali terpilih secara aklamasi untuk periode 2019-2023. (suaramerdeka.com / Puthut Ami Luhur)
KEMBALI TERPILIH: Ketua Umum Pengkot TI Semarang Markus Wihadjaja periode 2015-2019 yang kembali terpilih secara aklamasi untuk periode 2019-2023. (suaramerdeka.com / Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Markus Wihadjaja kembali terpilih secara aklamasi menjadi ketua Pengkot TI Kota Semarang untuk periode 2019-2023. Sebelumnya laporan pertanggungjawabannya diterima seluruh dojang di Kota Semarang yang mengikuti Musyawarah Kota Pengkot TI.

Usai terpilih, Markus menyampaikan visi dan misinya sebagai Ketua Umum untuk periode ke depan. Visinya yang pertama adalah memberikan atlet terbaik untuk Pengprov TI Jawa Tengah, agar bisa berkiprah tidak hanya pada tingkat provinsi tetapi juga nasional dan internasional.

"Kami akan lebih mengembangkan Taekwondo di kota Semarang dengan segala inovasinya, agar lebih banyak yang ingin menjadi atlet karena selama ini masih minim," kata Markus di Hotel Bliss Jalan Soekarno-Hatta, Minggu (13/1).

Adapun misinya adalah mencari sumber pendanaan untuk mencapai visi yang telah utarakan. Tanpa dukungan dana yang memadai, tidak dapat mewujudkan visi yang telah diutarakan. Penurunan jumlah medali yang didapat saat Porprov dapat dilihat dari dua hal. Pertama persaingan merata dan bagus untuk Pengprov Jateng tetapi untuk Pengkot TI Semarang hal tersebut sebagai pekerjaan rumah untuk lebih berprestasi pada perhelatan selanjutnya.

"Perlu membenahi sumber daya manusia dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap Kota Semarang. Pemerintah Kota saat ini sangat perhatian terhadap olahraga dengan memberikan penghargaan terhadap atlet yang berprestasi," tuturnya.

Ia menekankan, penghargaan berupa materi dari Pemkot Semarang maupun tali asih dari Pengkot TI Semarang bukan dianggap sebagai tujuan. Jika tujuannya hanya materi maka menurutnya akan hancur.  Selain harus terus melakukan kaderisasi dan pemantauan latihan sejak usia dini.


(Puthut Ami Luhur/CN26/SM Network)