• KANAL BERITA

Kejurprov Kempo Kembali Dirancang

Adu Tangguh Antardojo se-Jateng

BERLATIH: Sejumlah kenshi dojo kempo Pemkot Surakarta tampil sekaligus berlatih di arena car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)
BERLATIH: Sejumlah kenshi dojo kempo Pemkot Surakarta tampil sekaligus berlatih di arena car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Kejuaraan provinsi (Kejurprov) terbuka kempo Jateng kembali dirancang dojo Pemkot Surakarta. Ajang adu tangguh antardojo se-Jateng tersebut rencananya digelar lagi tahun ini. Namun waktu dan tempat pelaksanaannya belum dipastikan.

‘’Pekan depan ada pertemuan untuk mematangkan lagi kejurprov itu. Ancang-ancang pelaksanaanya setelah lebaran, kemungkinan Juni atau Juli mendatang,’’ kata koordinator pelatih dojo kempo Pemkot Surakarta, Tri ‘’Jarot’’ Wahyudi, Jumat (11/1).

Kejurprov tersebut kali pertama digelar di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta, Februari 2018. Ajang yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan mental bertarung para kenshi se-Jateng itu, memperebutkan Piala Wali Surakarta. Di sisi lain juga memacu munculnya bibit-bibit serta atlet-atlet muda agar lebih bersemangat dalam mengasah performanya.

‘’Di dojo kami, saat ini ada sekitar 30 atlet yang berlatih rutin. Mereka terus ditempa dengan berbagai materi. Selain untuk proyeksi kejurprov, mereka juga disiapkan untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan lain sepanjang 2019,’’ tuturnya.

30 Dojo

Menurut Jarot, pada kejurprov sekitar setahun silam, sebelas kenshi dari dojonya diturunkan untuk bertarung. Hasilnya, tiga medali perak dan dua perunggu digenggamnya. Sedangkan juara umum diraih dojo Sorogenen Solo.

‘’Pada tahun ini, mestinya atlet kami lebih banyak lagi yang diturunkan. Demikian pula dojo-dojo lain di Solo, sehingga kempo di Kota Bengawan serta Jateng dapat lebih berkembang,’’ tambahnya.

Pada kejurprov Piala Wali Kota Surakarta 2018, ungkap dia, lebih dari 30 dojo dari berbagai daerah di Jateng menurunkan atlet-atletnya.  Secara keseluruhan lebih kurang 300 kenshi bersaing di ajang tersebut. Mereka memperebutkan 18 medali emas yang terbagi dalam kategori randori (pertandingan) dan embu (seni dan keterampilan jurus).

‘’Empat dari tujuh dojo di Solo, turut bersaing tahun lalu. Selain tuan rumah dojo Pemkot Surakarta, lainnya adalah Sorogenen, UNS dan UMS,’’ ujar Jarot.


(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)