• KANAL BERITA

Cuaca Tak Mendukung Latihan Gantole

Angin di Bukit Joglo Berubah-ubah

TERBANG: Seorang atlet gantole terbang usai lepas landas di Bukit Joglo kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, beberapa waktu lalu. Saat ini, latihan di lokasi tersebut dihentikan karena cuaca tidak bersahabat. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
TERBANG: Seorang atlet gantole terbang usai lepas landas di Bukit Joglo kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, beberapa waktu lalu. Saat ini, latihan di lokasi tersebut dihentikan karena cuaca tidak bersahabat. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Cuaca kurang bersahabat sejak sekitar sebulan terakhir, tidak mendukung pelaksanaan latihan berbagai cabang olahraga dirgantara, termasuk gantole. Para atlet gantole Solo dan sekitarnya pun terpaksa menghentikan latihan yang biasa dilakukan di kawasan waduk Gajah Mungkur Wonogiri, mulai akhir November lalu.

‘’Arah dan kecepatan angin di bukit Joglo yang menjadi tempat peluncuran (launching ramp) gantole, kawasan Waduk Gajah Mungkur, sering berubah-ubah. Terkadang crosswind (arah angin dari samping-red), kadang-kadang tellwind (arah angina dari belakang-red),’’ kata Ketua Pengprov Gantole Jateng, Ahmad ‘’Stik’’ Susetiyoko, Senin (7/1).

Pria yang juga atlet gantole Karanganyar itu menambahkan, hujan juga sering tiba-tiba turun di atas bukit berketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut. Akibatnya, beberapa kali rencana latihan dibatalkan, hingga kemudian para atlet beristirahat dari latihan terbang.

‘’Terlalu berisiko jika latihan pada cuaca yang tak bersahabat. Lagi pula dalam prosedur latihan olahraga dirgantara, tidak diperbolehkan terbang ketika cuaca sedang tidak menentu,’’ tutur peraih tiga medali perak dan dua perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018 itu.

Klik di sini untuk dapatkan peralatan olahraga dengan harga terbaik

Latihan bersama gantole biasanya diikuti sejumlah atlet dari eks Karesidenan Surakarta, seperti Solo, Klaten, Karanganyar dan Sukoharjo. Kendati demikian, tak jarang atlet asal Salatiga dan Banyumas juga turut bergabung. ‘’Terakhir kami mencoba terbang dari perbukitan di pantai Parangtritis, Bantul, sekitar dua pekan lalu. Bisa latihan bersama, meski tidak terlalu optimal,’’ tutur Stik.

Sementara sambil menunggu perkembangan cuaca, sejumlah atlet di Solo Raya melakukan survei ke Banyumas, Senin (7/1). Mereka ingin mencari daerah-daerah tinggi yang memungkinkan untuk tempat peluncuran gantole.

‘’Tentu saja dalam survei nanti kami juga mencari lokasi yang memungkinkan untuk landing. Semoga saja ada kawasan perbukitan di Banyumas yang memungkinkan jadi tempat terbang dan pendaratannya. Sehingga ada alternatif lain untuk tempat latihan dan pengembangan gantole,’’ tambah Stik.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)