• KANAL BERITA

FPTI Solo Rancang Pembibitan dan Sirkuit Panjat Tebing

ASAH KEMAMPUAN: Atlet panjat tebing Lukman mengasah kemampuan menyelesaikan jalur lead di Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
ASAH KEMAMPUAN: Atlet panjat tebing Lukman mengasah kemampuan menyelesaikan jalur lead di Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Pembibitan atlet dan penyelenggaraan sirkuit panjat tebing (SPT) di Kota Bengawan kini mulai dirancang. Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo berencana mematangkan rancangan tersebut dalam rapat kerja (raker) pada awal tahun 2019 mendatang.

‘’Beberapa gambaran sudah ada, misalnya pembibitan mulai dari usia anak-anak dan menghidupkan kembali SPT Solo Raya. Program dan teknis pelaksanaannya bakal diputuskan dalam raker mendatang,’’ kata Ketua Harian Pengkot FPTI Solo, Heri ‘’Aan’’ Kurniawan, Selasa (25/12).

Menurut dia, raker federasi Kota Bengawan tersebut menunggu raker tahunan Pengprov FPTI Jateng, sehingga skedul Solo nantinya tidak berbenturan dengan agenda-agenda yang lebih tinggi. Justru pelaksanaannya diharapkan bisa mendukung program-program yang telah ditetapkan di tingkat provinsi.

‘’Sampai sekarang juga belum ada pemanggilan atlet untuk masuk pelatda guna menghadapi Pra-PON. Pengumuman atlet yang direkrut guna menjalani pelatnas juga belum ada. Mungkin pertengahan Januari baru ada pemanggilan,’’ tambah dia.

Sebenarnya, sejak berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV yang digelar Oktober lalu, beberapa kalangan masyarakat tertarik untuk mengitipkan anaknya berlatih di Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan. Sebagian dari mereka menanyakan langsung kepada pengurus, pelatih maupun atlet yang sedang berada di seputar venue.

‘’Ada yang tanya soal tentang jadwal latihan, cara pendaftaran dan lainnya. Tapi waktu itu, konsentrasi kami baru tertuju persiapan dan penyelenggaraan Kejurnas Panjat Tebing XVII/2018  pada akhir Oktober hingga awal Desember,’’ tutur salah seorang pelatih, Guntur Joko Purwanto.

Aan menambahkan, rancangan-rancangan pembibitan atlet dan pembinaan secara berjenjang bakal diterapkan lagi tahun depan. Menurut dia, sebenarnya pembibitan dan peningkatan kemampuan para pemanjat sudah cukup lama berjalan. Namun kegiatan rutin tersebut sempat tersendat sejak Stadion Manahan direnovasi pada pertengahan 2018, serta papan panjat dipindahkan dari lokasi lama dan dibangun lagi arena baru yang kini berada di samping velodrome.

‘’Jadi seluruh program pembibitan dan peningkatan prestasi atlet akan ditata lagi. Sekarang atlet tetap latihan, tapi jadwalnya belum tersusun rapi,’’ jelas dia.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)