• KANAL BERITA

Berlari dengan Kaki Bengkak, Suparmin Mampu Finis Pertama

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelari ultra marathon asal Jateng, Suparmin menjadi yang tercepat pada ajang Nusantara Run (NusantaRun) Chapter 6 2018 dengan rute Wonosobo-Gunung Kidul, 7-9 Desember lalu. Setelah melahap 169 km, atlet asal Grobogan tersebut finis pertama dengan torehan waktu 36 jam, 22 menit, 24 detik.

Bagi Suparmin, podium bukan tujuan utama karena keikutsertaan dalam lomba ini untuk membantu sesama. Memang, dana yang terkumpul pada kegiatan tersebut akan didonasikan kepada penyandang difabel di Indonesia. Target awal dari acara tersebut, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 2,5 miliar.

"Motivasi ikut NusantaRun hanya persaudaraan dan tanggung jawab pada sesama, bisa silaturahim dengan orang-orang baik. Jadi pelari itu tidak selalu memikirkan podium juara, tapi bagaimana mampu berlari, berbagi dan bersinergi," ungkap Suparmin, Selasa (11/12).

Pada Chapter 6 Wonosobo - Gunung Kidul itu, pelari yang ambil bagian mencapai 201 orang. Mereka berlomba di kategori 84 km dan 169 km, mulai dari Wonosobo hingga finis di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

Pada tahun lalu, Suparmin juga finis pertama pada ajang serupa. Kala itu, rute lomba Chapter 5 diawali dari Purwokerto menuju Dieng, Wonosobo sejauh 127,9 km. Suparmin yang bekerja sehari-hari sebagai akuntan di PO Nusantara Kudus itu, mampu menyelesaikan waktu 22 jam, 11 menit, 55 detik. Dana yang berhasil dikumpulkan saat itu mencapai Rp 2 miliar dan didonasikan untuk pengembangan guru di Dieng.

Capaian Suparmin kali ini cukup istimewa. Sebab sebelum perlombaan digelar, seminggu sebelumnya dia mengikuti ajang Charity Run yang menempuh jarak 1.500 km rute Bogor - Lombok. Namun dia hanya menempuh sekitar 500 km.

Begitu bergabung Nusantara Run Wonosobo - Gunung Kidul, dia berhasil meraih podium pertama. "Saya harus menyelesaikan jarak sejauh itu dengan kaki bagian lutut bengkak. Selain itu saya kehujanan selama tujuh jam," tuturnya.

Akibat kaki bengkak, Suparmin akhirnya menyelesaikan lomba dengan berjalan kaki dan memakai sandal. Sebab, kaki bagian bawah harus diperban, juga lutut ikut diperban. "Alhamdulillah, dengan kondisi seperti ini saya mampu menyelesaikan misi mulia untuk berbagi bersama dan memgharumkan nama Indonesia. Terima kasih juga buat pimpinan saya di PO Nusantara yang selalu mendukung untuk mengembangkan bakat dan waktu," katanya.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)