• KANAL BERITA

500 Pelatih Bela Diri Ikuti Pelatihan

Harus Ada Latihan Terprogram

PELATIHAN PELATIH: Dosen Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta Bambang Wijanarko menyampaikan materi pada pelatihan pelatih cabang-cabang olahraga beladiri di Hotel D’Wangsa Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
PELATIHAN PELATIH: Dosen Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta Bambang Wijanarko menyampaikan materi pada pelatihan pelatih cabang-cabang olahraga beladiri di Hotel D’Wangsa Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Lima ratusan orang pelatih bela diri dari berbagai daerah di Jateng dan Jatim bagian barat mengikuti pembekalan tingkat dasar di Hotel D’Wangsa Solo, Jumat-Minggu (7-9/12). Mereka merupakan pelatih pemula dari cabang pencak silat, karate dan taekwondo.

‘’Rincian pesertanya, 200 pelatih dari pencak silat, 150 orang dari taekwondo dan 150 orang lainnya dari karate. Pelatihan tingkat dasar ini sebagai bekal mereka dalam rangka turut mencetak atlet demi peningkatan prestasi olahraga ke depan,’’ kata Roni Syaifullah, salah seorang panitia, Minggu (9/12).

Lelaki yang juga eks pelatih pelatnas pencak silat pada Asian Games 2018 di Jakarta itu mengungkapkan, kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Forum Mahasiswa Olahraga Surakarta (Fomos).

Sebelumnya dirinya bersama Kabid Pembinaan Prestasi Pengprov Taekwondo Indonesia Jateng Singgih Hendarto dan wasit senior karate Agus Margono sepakat untuk menggelar pelatihan bagi pelatih pemula tersebut. ‘’Karena sifatnya pelatihan dasar, maka pada tahun-tahun berikutnya kami berharap ada pelatihan ke tingkat lanjutan,’’ tambah Singgih.

Berbagai materi dasar kepelatihan disampaikan pada forum tersebut. Misalnya dasar-dasar ilmu kepelatihan serta metodologinya yang dipaparkan secara detail oleh pengamat olaharaga sekaligus dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS Surakarta, Sapta Kunta Purnama. Selanjutnya guru besar FKOR Prof Sugiyanto menyampaikan pandangannya mengenai pertumbuhan dan perkembangan gerak. Hal tersebut diperlukan guna mengembangkan potensi dan memaksimalkan kemampuan fisik para atlet.

Sedangkan materi perencanaan program-program latihan  disampaikan Bambang Wijanarko, dosen FKOR yang juga Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Surakarta. ‘’Penyusunan program latihan harus dilakukan seorang pelatih, agar para atlet dalam hal ini bela diri, bisa mencapai puncak performa saat menghadapi kejuaraan yang telah direncanakan. Tanpa tahap-tahap latihan yang terprogram, sulit mencapai prestasi maksimal,’’ kata Bambang.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)