• KANAL BERITA

30 Pesilat Disiapkan Duel di Singapura

Jelang Kejuaraan Dunia 2018

TRAINING CAMP: Sejumlah pesilat berkumpul bersama sebelum menjalani latihan dalam training camp di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / dok)
TRAINING CAMP: Sejumlah pesilat berkumpul bersama sebelum menjalani latihan dalam training camp di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Sebanyak 30 pesilat dari berbagai provinsi di Tanah Air disiapkan untuk berduel di Singapura. Mereka bakal memperkuat tim Indonesia dalam memburu medali-medali emas dalam kejuaraan dunia di Negeri Singa itu, 7-11 Desember mendatang.

‘’Sejak awal November lalu mereka menjalani training camp (TC) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, hingga menjelang keberangkatan ke Singapura nanti,’’ kata pelatih kepala Indro Catur, Senin (26/11).

Pria asal Solo itu mengungkapkan, para atlet digembleng secara fisik dan mental sebelum melakukan perburuan simbol juara pada 24 nomor yang akan digelar. Rinciannya, 18 nomor tanding dan enam nomor tunggal-ganda-regu (TGR).

‘’Tim ini didominasi atlet-atlet muda yang punya kemampuan dan kesiapan mental relatif bagus. Hanya Komang Harik Adi Putra, satu-satunya pesilat peraih medali emas Asian Games 2018, yang masuk dalam tim kejuaraan dunia ini,’’ ungkap Catur.

Dia menambahkan, bidikan mempertahankan gelar juara umum menjadi target tim Merah Putih pada ajang tersebut. Pada kejuaraan dunia di Bali 2016, kontingen tuan rumah Indonesia mengoleksi total 12 medali emas. ‘’Namun pada kejuaraan dunia di Singapura nanti, perolehan emas kemungkinan tidak sebanyak di Bali dulu. Sebab, saat ini persaingan kontingen-kontingen peserta semakin ketat,’’ tuturnya.

Catur menyebut beberapa negara seperti tuan rumah Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam kini juga memiliki atlet-atlet yang semakin bagus. Baginya, yang terpenting para pesilat Indonesia menampilkan performa terbaiknya guna mencapai hasil maksimal.

Dalam tim yang dibesutnya, terdapat dua atlet asal Jateng yang bakal turut bertanding. Keduanya adalah Khoirudin Mustaqim yang akan bertanding di kelas A putra dan Dela Kusumawardanai di kelas C putri. ‘’Keduanya punya peluang, tetapi Mustaqim lebih bagus karena sebelumnya jadi juara dunia yunior di Thailand, Juli lalu,’’ tutur Catur.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)