• KANAL BERITA

Setelah Rekor Dunia, Eko Yuli Incar Olimpiade

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah meraih medali emas sekaligus memegang rekor dunia kelas 61 kg pada kejuaraan di Turkmenistan awal November ini, atlet angkat besi Eko Yuli Irawan berharap bisa menorehkan prestasi yang sama di level Olimpiade. Ia mengincar medali emas pada Olimpiade 2020 yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang.

"Yang pasti kita inginnya medali emas. Mudah-mudahan support-nya bisa maksimal, dan hasilnya juga bisa maksimal  nanti," kata Eko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11) pagi.

Didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Ketua Umum PB PABBSI (Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia) Rosan Roslani, Eko Yuli kemarin diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana. Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia Presiden menyatakan bangga atas prestasi yang dicapai oleh Eko Yuli pada kejuaraan dunia angkat besi yang berlangsung di Asghabat, Turkmenistan, Sabtu (3/11) lalu.

"Saya kira ini, prestasi-prestasi seperti ini kita harapkan terus berkesinambungan. Tidak hanya di angkat besi, di angkat berat saja, tetapi di cabang-cabang olahraga yang lainnya juga terpacu dari kemarin, melanjutkan prestasi yang telah diraih di Asian Games 2018," kata Presiden.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus memberikan support melalui Kemenpora maupun PB PABBSI yang akan terus mengikuti dan mengikutkan atlet-atletnya dalam kompetisi-kompetisi, kejuaraan-kejuaraan yang ada di mana pun Ditanya wartawan soal bonus, Menpora menyatakan bahwa baik Presiden maupun Kemenpora sudag menyiapkan itu. "Dari Presiden sebesar Rp250 juta, dari Kemenpora Rp200 juta. Ini belum dari Pak Rosan (Ketua Umum PB PABBSI)," ungkap Nahrawi.

Rosan sendiri mengatakan, pihaknya memang sudah menyiapkan bonus. "Bukan hanya untuk para atlet, tapi juga kepada tim yang mendukung. Termasuk tukang pijitnya dan para pelatih yang mendampingi atlet," jelasnya.

Eko bersyukur bisa mencatat sejarah meraih medali emas pada kejuaraan dunia, sekaligus bisa memecahkan rekor dunia. Terlebih pada kejuaraan yang bersifat single event itu, dirinya juga meraih sekaligus tiga medali emas dari snatch, clean and jerk, dan total. "Yang pasti senang, bangga bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," kata Eko sambil menunjukkan ketiga medali yang dikalunginya.


(Fauzan Jayadi/CN26/SM Network)