• KANAL BERITA

Perebutan Medali Diprediksi Bakal Ketat

Jelang Peparprov III/2018

PEPARPROV: Sejumlah pekerja memasang baliho Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng III/2018 di dekat gerbang utama Stadion Manahan Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
PEPARPROV: Sejumlah pekerja memasang baliho Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng III/2018 di dekat gerbang utama Stadion Manahan Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Perebutan medali emas pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng III/2018 yang akan digelar di Solo, Selasa-Jumat (13-16/11), diperkirakan berlangsung ketat. Ketua National Paralympic Committee (NPC) Jateng Osrita Muslim memprediksi, kontingen Solo sebagai juara umum Peparprov II bakal mendapat saingan daerah-daerah lainnya, terutama Sragen dan Cilacap.

‘’NPC di daerah-daerah bersiap lebih baik untuk menghadapi Peparprov nanti, terutama Sragen dan Cilacap yang infonya telah melakukan training camp (TC) sekitar empat bulan. Jadi perebutan medali nanti pasti lebih ketat,’’ kata dia di Sekretariat NPC Jateng, kompleks Stadion Manahan Solo, Rabu (7/11).

Pada pesta olahraga difabel terbesar se-Jateng kedua tahun 2013, Solo menjadi juara umum. Kontingen tuan rumah tersebut mengemas 37 medali emas, 20 perak dan 19 perunggu. Posisinya dibuntuti Karanganyar dengan 27 emas, 21 perak dan 17 perunggu, serta Cilacap yang mengemas 24 emas, 13 perak dan tujuh perunggu.

Sementara peringkat ke empat ditempati Sragen dengan 23 medali emas, 21 perak dan 11 perunggu, serta urutan lima Jepara yang merebut 20 emas, 16 perak dan sepuluh perunggu. Secara total terdapat 234 medali emas yang diperebutkan pada Peparprov Jateng II/2013.

Sementara pada Peparprov III/2018, jumlah medali yang diperebutkan bakal bertambah. Menurut Osrita, secara total terdapat 285 emas yang bakal diburu kontingen-kontingen se-Jateng. ‘’Tuan rumah Solo menjadi kontingen terbesar yang menurunkan 30 atlet, disusul Karanganyar dan Cilacap masing-masing 27 atlet,’’ tuturnya.

Sekretaris NPC Jateng Priyanto menambahkan, kontingen yang paling sedikit mengirimkan atlet adalah Kota Tegal yakni hanya dua orang. ‘’Sedangkan daerah yang tidak turut bersaing pada Peparprov kali ini adalah Kota Pekalongan dan Kabupaten Tegal. Sebenarnya Kabupaten Tegal memiliki seorang atlet tenis meja andal, Banyu Tri Mulyo. Tapi Banyu saat ini sedang mengikuti kejuaraan internasional di Spanyol,’’ ungkap Priyano.

Berbagai persiapan terus dilakukan menjelang Peparprov yang akan menggelar sembilan cabang olahraga tersebut. Selain venues dan penginapan kontingen yang terpusat di Asrama Haji Donohudan Boyolali, sejumlah baliho kegiatan juga dipasang antara lain di Stadion Sriwedari dan depan Stadion Manahan.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)